Malayan SaintifikaCourseeJournalMedia
M
Malayan Media
Medical Science & Biomolecular
Cari
BerandaCariTentang
← Beranda
Sorotan Riset

Waspada Osteoporosis di Usia Menengah: Upaya Pencegahan Perempuan di Malang Masih Perlu Ditingkatkan

Redaksi Malayan Media17 Juli 2026Sorotan Riset

Sebuah studi di Desa Toyomarto, Kabupaten Malang, mengungkap bahwa sebagian besar perempuan usia 45-54 tahun telah melakukan upaya pencegahan osteoporosis dalam kategori cukup, namun hanya sedikit yang masuk kategori baik. Temuan ini menunjukkan perlunya edukasi lebih lanjut mengenai faktor risiko, pengaturan pola makan, dan aktivitas fisik untuk mencegah pengeroposan tulang di usia lanjut.

Sorotan Riset · Peer-review

Artikel ini ringkasan populer dari riset peer-review di Medical Nursing Journal. Untuk metode, data, dan hasil lengkapnya, baca artikel aslinya.

Baca artikel peer-review lengkap di eJournal →
osteoporosiselderyprevention
Osteoporosis bukanlah sekadar masalah tulang keropos biasa. Penyakit sistemik ini membuat tulang menjadi rapuh, meningkatkan risiko patah tulang yang dapat berujung pada kecacatan permanen hingga kematian. Risiko ini terutama mengintai perempuan, khususnya saat memasuki masa menopause karena penurunan hormon estrogen yang berperan melindungi kepadatan tulang. Menyadari urgensi tersebut, sekelompok peneliti melakukan studi deskriptif di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Mereka ingin mengetahui gambaran nyata upaya pencegahan osteoporosis pada perempuan usia paruh baya (45-54 tahun). Dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional), mereka melibatkan 60 perempuan yang mengikuti kegiatan posyandu lansia dan telah didiagnosis memiliki osteoporosis. Hasilnya cukup menarik. Sebanyak 87 persen responden tercatat memiliki upaya pencegahan yang cukup—artinya mereka sudah melakukan langkah-langkah dasar, namun belum optimal. Hanya 3 persen yang masuk kategori baik, sementara 10 persen sisanya masih kurang dalam upaya pencegahan. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun kesadaran sudah ada, kualitas pencegahan masih perlu ditingkatkan secara signifikan. Peneliti menduga variasi ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan sumber informasi yang diterima. Artinya, perempuan dengan akses informasi lebih luas dan latar belakang sosial-ekonomi lebih baik cenderung menerapkan pencegahan yang lebih baik. Temuan ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, terutama perempuan di usia produktif akhir. Upaya pencegahan osteoporosis tidak bisa hanya sekadar tahu, tetapi harus dijalankan secara konsisten. Beberapa langkah kunci yang direkomendasikan peneliti adalah menghindari faktor risiko (seperti merokok dan kurang kalsium), mengatur pola makan bergizi seimbang, serta rutin melakukan aktivitas fisik dan olahraga. Bagi tenaga kesehatan dan pengambil kebijakan di daerah, hasil studi ini menekankan perlunya program penyuluhan yang lebih terarah dan berkelanjutan di wilayah seperti Singosari. Edukasi yang tepat sasaran dapat membantu perempuan paruh baya meningkatkan upaya pencegahannya, sehingga risiko patah tulang dan kecacatan di usia tua dapat ditekan. Untuk memahami lebih dalam metodologi dan data lengkap studi ini, pembaca disarankan membaca langsung artikel peer-review berjudul “Osteoporosis Prevention Efforts in Middle-aged Women” oleh Mufarokhah, dkk. yang terbit di Medical Nursing Journal.
Bagikan artikel ini

Referensi

  1. Mufarokhah, Hanim, Cahyani, Sukhrufin Nisa, Hastuti, Apriyani Puji (2025). Osteoporosis Prevention Efforts in Middle-aged Women. Medical Nursing Journal. https://ejournal.malayansaintifika.id/index.php/mnja/article/view/2