Malayan SaintifikaCourseeJournalMedia
M
Malayan Media
Medical Science & Biomolecular
Cari
BerandaCariTentang
Edisi terbaru

Berita sains medis

Sorotan Riset — Dari Jurnal Kami

Kunjungi eJournal →
eJournal · Peer-review

Posisi Kepala 30 Derajat: Langkah Sederhana yang Bantu Turunkan Tekanan Darah pada Pasien Stroke

Sebuah studi kasus yang dilakukan di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar, Malang, menguji efektivitas posisi kepala terangkat 30 derajat pada pasien stroke. Hasil pengamatan selama tiga hari menunjukkan bahwa intervensi ini mampu menurunkan tekanan darah dan mengurangi keluhan sakit kepala akibat peningkatan tekanan di dalam kepala. Temuan ini menawarkan teknik perawatan yang sederhana dan non-invasif untuk membantu pemulihan pasien stroke di ruang perawatan intensif.

Medical Nursing Journal · 17 Juli 2026
eJournal · Peer-review

Senam Ergonomis: Terapi Sederhana untuk Lansia Hipertensi dan Nyeri Asam Urat

Sebuah studi kasus di Desa Karangnongko, Kabupaten Malang, meneliti manfaat senam ergonomis bagi lansia dengan gangguan mobilitas fisik. Terapi yang dilakukan selama enam hari ini menunjukkan potensi sebagai alternatif non-farmakologis untuk menurunkan tekanan darah dan mengurangi kelelahan. Temuan ini memberikan gambaran awal tentang intervensi sederhana yang dapat diterapkan di komunitas.

Medical Nursing Journal · 17 Juli 2026
eJournal · Peer-review

Sanitasi dan Perilaku Hidup Bersih: Kunci Mencegah Diare di Wilayah Pesisir Halmahera Selatan

Sebuah studi di wilayah kerja Puskesmas Laiwui, Halmahera Selatan, menemukan bahwa hampir empat dari sepuluh warga pernah mengalami diare. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa sumber air bersih, kepemilikan jamban, kebiasaan cuci tangan pakai sabun, serta pengelolaan air dan makanan secara signifikan memengaruhi angka kejadian diare di wilayah tersebut.

Medical Nursing Journal · 17 Juli 2026
eJournal · Peer-review

Kesiapan Ibu Menyusui: Separuh Lebih Siap, Namun Masih Ada Tantangan

Sebuah studi deskriptif di Posyandu Dusun Pager Lor, Pasuruan, mengungkap bahwa mayoritas ibu (55%) menyatakan siap memberikan ASI eksklusif, namun hampir separuhnya (45%) belum siap. Ketidaksiapan ini dikaitkan dengan faktor usia, pendidikan, pekerjaan, dan akses informasi. Temuan ini menekankan perlunya edukasi dan dukungan menyeluruh—baik fisik maupun psikologis—untuk membantu ibu mencapai target menyusui eksklusif.

Medical Nursing Journal · 17 Juli 2026
eJournal · Peer-review

Gawai dan Anak Prasekolah: Seberapa Paham Orang Tua Akan Dampaknya?

Sebuah studi di Malang mengungkap tingkat pengetahuan orang tua tentang dampak penggunaan gawai pada anak usia prasekolah. Hasilnya menunjukkan bahwa separuh dari orang tua memiliki pengetahuan yang baik, namun hampir sepertiga lainnya masih berada pada kategori cukup, dan sebagian kecil lainnya masih kurang. Temuan ini menjadi pengingat akan pentingnya peningkatan literasi digital bagi orang tua.

Medical Nursing Journal · 17 Juli 2026
eJournal · Peer-review

Kecerdasan Spiritual Lansia di Jambesari: Separuh Tinggi, Separuh Sedang, Tak Ada yang Rendah

Sebuah studi deskriptif di Desa Jambesari, Malang, menemukan bahwa separuh dari lansia memiliki tingkat kecerdasan spiritual yang tinggi, sementara separuhnya lagi berada pada tingkat sedang. Tidak ada satu pun lansia yang memiliki kecerdasan spiritual rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya pemenuhan kebutuhan spiritual bagi populasi lanjut usia.

Medical Nursing Journal · 17 Juli 2026
eJournal · Peer-review

Kurangnya Upaya Pencegahan Nyeri Punggung pada Kuli Angkut di Pasar Tradisional

Sebuah studi di Pasar Karangploso, Kabupaten Malang, mengungkapkan bahwa sebagian besar kuli angkut barang (76,6%) masih melakukan upaya pencegahan yang kurang memadai terhadap risiko nyeri punggung bawah (Low Back Pain/LBP). Hanya 3,3% pekerja yang menerapkan pencegahan dengan baik. Temuan ini menunjukkan perlunya edukasi tentang olahraga teratur, teknik angkat yang benar, penggunaan korset, dan penghentian kebiasaan merokok.

Medical Nursing Journal · 17 Juli 2026
eJournal · Peer-review

Waspada Osteoporosis di Usia Menengah: Upaya Pencegahan Perempuan di Malang Masih Perlu Ditingkatkan

Sebuah studi di Desa Toyomarto, Kabupaten Malang, mengungkap bahwa sebagian besar perempuan usia 45-54 tahun telah melakukan upaya pencegahan osteoporosis dalam kategori cukup, namun hanya sedikit yang masuk kategori baik. Temuan ini menunjukkan perlunya edukasi lebih lanjut mengenai faktor risiko, pengaturan pola makan, dan aktivitas fisik untuk mencegah pengeroposan tulang di usia lanjut.

Medical Nursing Journal · 17 Juli 2026

Artikel terbaru

Biomolekuler

Menguak Peran Elemen Transposable dalam Sel Punca Dewasa: Potensi Baru untuk Kedokteran Regeneratif

Sebuah studi terbaru mengungkapkan lanskap dan plastisitas ekspresi elemen transposable—segmen DNA yang bisa 'melompat'—dalam sel punca dewasa yang memiliki signifikansi fisiologis dan klinis tinggi. Temuan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana elemen transposable berkontribusi pada identitas dan fungsi sel punca, serta potensinya dalam pengembangan terapi regeneratif berbasis sel punca.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD4 Agustus 2026
Kedokteran Klinis

Otak Manusia Ternyata Terprogram untuk Kembali ke Berat Badan Semula

Penurunan berat badan bukan sekadar ujian tekad. Penelitian terbaru mengungkap bahwa otak manusia telah berevolusi untuk melindungi cadangan lemak tubuh saat masa kekurangan pangan, sehingga memperlakukan berat badan yang lebih tinggi sebelumnya sebagai "normal baru". Akibatnya, setelah berat badan turun, otak memicu rasa lapar yang lebih kuat, keinginan makan berlebihan, dan penurunan penggunaan energi, yang menjelaskan mengapa banyak orang kembali gemuk setelah berdiet.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD4 Agustus 2026
Keperawatan Komunitas

Sepuluh Tahun Perawatan Fundamental Berpusat pada Pasien: Refleksi untuk Praktik Keperawatan Komunitas

Sebuah studi retrospektif yang diterbitkan dalam International Journal of Nursing Studies mengevaluasi sejauh mana penerapan perawatan fundamental yang berpusat pada pasien selama satu dekade terakhir. Temuan menunjukkan bahwa meskipun ada kemajuan konseptual, kesenjangan antara teori dan praktik masih signifikan, terutama dalam konteks perawatan di komunitas. Artikel ini menyoroti pentingnya peran perawat komunitas dalam menghidupkan prinsip perawatan fundamental melalui asuhan keluarga, home care, dan promosi kesehatan.

Dr. Ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep3 Agustus 2026
Manajemen Kesehatan

Waspada! Delapan Bahan Pengawet Umum Ini Terkait dengan Hipertensi dan Penyakit Jantung

Sebuah studi berskala besar yang melibatkan lebih dari 112.000 orang menemukan bahwa konsumsi bahan pengawet tertentu dalam makanan sehari-hari dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular. Penelitian yang memantau partisipan hingga delapan tahun ini mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi jumlah tertinggi bahan pengawet tersebut memiliki risiko lebih besar terkena hipertensi, serangan jantung, dan stroke.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD1 Agustus 2026
Keperawatan Komunitas

Merancang Intervensi Keperawatan Keluarga untuk Mendukung Perawatan di Rumah pada Penyakit Kronis Lanjut

Sebuah studi terbaru dalam jurnal International Journal of Nursing Studies mengungkapkan proses perancangan intervensi keperawatan yang berpusat pada keluarga untuk mendukung perawatan di rumah pada pasien dengan penyakit kronis lanjut. Dengan menggunakan kerangka kerja Double Diamond, para peneliti berhasil mengembangkan model intervensi yang melibatkan perawat komunitas, pasien, dan keluarga secara kolaboratif. Pendekatan ini menekankan pentingnya peran perawat komunitas dalam memfasilitasi transisi perawatan dari rumah sakit ke rumah serta memberdayakan keluarga sebagai mitra dalam asuhan keperawatan.

Dr. Ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep28 Juli 2026
Biomolekuler

Skor IPSS-M dan Intensitas Conditioning: Kunci Keberhasilan Transplantasi Sel Punca untuk MDS

Penelitian terbaru menyoroti pentingnya sistem stratifikasi risiko IPSS-M (Molecular International Prognostic Scoring System) dan pemilihan intensitas conditioning pada transplantasi sel punca alogenik untuk neoplasma mielodisplastik (MDS). Temuan ini membantu dokter menyesuaikan strategi pengobatan guna meningkatkan kelangsungan hidup dan mengurangi risiko kekambuhan.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD27 Juli 2026
Keperawatan Komunitas

Perawat Komunitas Berdayakan Pasien Kanker Payudara Baru Lewat Pelatihan Ulang Pola Pikir Berbasis Model Neuman

Sebuah uji coba acak terkontrol baru-baru ini menunjukkan bahwa pelatihan yang dipimpin perawat untuk mengubah cara pandang pasien (attributional style) dapat meningkatkan ketahanan mental dan kemampuan adaptasi pada wanita yang baru didiagnosis kanker payudara. Intervensi ini, yang didasarkan pada Model Sistem Neuman, secara langsung melibatkan peran perawat komunitas dalam memberikan dukungan psikologis di luar tembok rumah sakit. Temuan ini membuka peluang bagi perawat komunitas untuk mengintegrasikan intervensi psikososial ke dalam asuhan keperawatan keluarga dan kunjungan rumah.

Dr. Ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep26 Juli 2026
Biomolekuler

Peptide Imun Buka Jalan Baru Perbanyak Sel Punca Sumsum Tulang

Peneliti menemukan bahwa peptide antimikroba alami bernama LL-37 mampu merangsang pertumbuhan sel punca mesenkimal dari sumsum tulang manusia. Temuan ini penting untuk mengoptimalkan perbanyakan sel punca di laboratorium sebelum digunakan dalam terapi regeneratif. Studi yang diterbitkan di jurnal Stem Cells ini membuka potensi baru untuk memproduksi sel punca dalam jumlah besar secara lebih efisien.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD25 Juli 2026
Keperawatan Komunitas

Perawat dan AI: Bukan Sekadar Mesin, Ini Soal Pertimbangan Sadar dalam Praktik Komunitas

Sebuah studi terbaru dalam International Journal of Nursing Studies memperkenalkan konsep “pembenaran sadar” (conscious justification) sebagai kerangka etis bagi perawat yang menggunakan kecerdasan buatan (AI). Alih-alih sekadar mengikuti rekomendasi mesin, perawat komunitas dituntut untuk tetap memegang kendali penuh atas keputusan klinis, terutama dalam asuhan keperawatan di rumah dan keluarga.

Dr. Ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep24 Juli 2026
Manajemen Kesehatan

Studi Terbaru Membantah Angapan Umum soal Vitamin D dan Sinar Matahari

Sebuah studi yang melibatkan hampir 300 partisipan di Inggris utara mengungkapkan bahwa kadar vitamin D tetap rendah sepanjang tahun pada kelompok yang berisiko tinggi. Temuan mengejutkan lainnya adalah paparan sinar matahari musim panas tidak secara signifikan meningkatkan kadar vitamin D pada lansia dan individu dari latar belakang etnis minoritas.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD24 Juli 2026
Biomolekuler

Reprogamming Metabolik Sel Punca Pulpa Gigi: Terobosan Baru untuk Regenerasi Jaringan Gigi

Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa pengiriman mRNA yang mengkode protein GLUT1 dan HK2 ke dalam sel punca pulpa gigi dewasa mampu memprogram ulang metabolisme sel tersebut. Hasilnya, kemampuan regenerasi jaringan pulpa gigi meningkat secara signifikan. Temuan ini membuka jalan bagi pengembangan terapi berbasis sel punca yang lebih efektif untuk memperbaiki kerusakan gigi tanpa perlu pencabutan.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD23 Juli 2026
Keperawatan Komunitas

Stigma, Bias, dan Hambatan Komunikasi pada Tenaga Kesehatan Hamil: Pelajaran untuk Perawat Komunitas

Sebuah tinjauan sistematis terbaru mengungkap bahwa tenaga kesehatan yang sedang hamil kerap mengalami stigma, bias, dan kesulitan komunikasi di tempat kerja. Temuan ini memiliki implikasi langsung bagi perawat komunitas yang bekerja di lingkungan berbasis masyarakat, termasuk dalam asuhan keperawatan keluarga dan home care. Artikel ini mengaitkan hasil studi tersebut dengan peran perawat komunitas dalam menciptakan lingkungan kerja yang suportif dan bebas diskriminasi.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep21 Juli 2026
Manajemen Kesehatan

Osteopenia: Kondisi Diam-diam yang Melemahkan Tulang Jutaan Orang

Osteopenia adalah kondisi umum yang sering terabaikan, menyebabkan kepadatan tulang menurun dan tulang menjadi lebih rapuh. Karena berkembang tanpa gejala, banyak orang baru menyadarinya setelah mengalami patah tulang atau menjalani pemindaian tulang. Kabar baiknya, perubahan gaya hidup seperti olahraga teratur dan asupan nutrisi yang tepat dapat memperlambat bahkan membalikkan sebagian kerusakan ini.

Dr. Ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep21 Juli 2026
Biomolekuler

Menembus Batas Cedera Tulang Belakang: Terapi Sel Punca dari iPSC Memasuki Uji Klinis Fase 1

Sebuah uji klinis fase 1 yang inovatif telah mengevaluasi keamanan terapi sel punca untuk cedera tulang belakang subakut. Terapi ini menggunakan sel progenitor saraf yang berasal dari sel punca pluripoten induksi (iPSC) dan menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam pemantauan jangka panjang. Temuan ini membuka jalan baru bagi pengobatan regeneratif untuk kondisi yang sebelumnya dianggap sulit disembuhkan.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD21 Juli 2026
Keperawatan Komunitas

AI dalam Keperawatan Komunitas: Mengurangi Beban Kerja dan Meningkatkan Kesejahteraan Perawat

Tinjauan sistematis terbaru dalam International Journal of Nursing Studies mengungkapkan bahwa penerapan kecerdasan buatan (AI) pada alur kerja keperawatan dapat menurunkan beban kerja administratif dan emosional perawat, sekaligus mendukung keberlanjutan tenaga kerja. Temuan ini sangat relevan bagi praktik keperawatan komunitas, di mana perawat sering bekerja secara mandiri dan menghadapi tantangan dokumentasi serta koordinasi perawatan di rumah. Artikel ini mengulas bagaimana AI dapat menjadi alat bantu strategis untuk memperkuat asuhan keperawatan berbasis komunitas.

Dr. Ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep20 Juli 2026
Biomolekuler

Sakelar Biologis Sel Punca: Olahraga untuk Tulang Tanpa Bergerak

Para peneliti menemukan sebuah protein yang bertindak sebagai sensor aktivitas fisik, yang secara langsung memicu sel punca sumsum tulang untuk membangun jaringan tulang baru alih-alih menyimpan lemak. Temuan ini membuka jalan bagi pengembangan obat yang dapat meniru manfaat olahraga pada tulang, terutama bagi mereka yang tidak mampu bergerak aktif. Pendekatan ini memanfaatkan mekanisme alami dalam kedokteran regeneratif untuk memperlambat pengeroposan tulang terkait usia.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD20 Juli 2026
Kedokteran Klinis

Terobosan Alzheimer: Pemulihan Dua Jam Tidur Tanpa Membersihkan Plak Otak

Para peneliti menemukan bahwa sel kekebalan otak yang terlalu aktif, yaitu mikroglia, menjadi biang keladi hilangnya tidur nyenyak pada penyakit Alzheimer. Dengan menonaktifkan sementara sebagian besar sel-sel ini pada tikus berplak amiloid, mereka berhasil memulihkan lebih dari dua jam tidur per hari, meskipun plak di otak tidak berubah. Temuan ini membuka jalur baru untuk mengatasi gangguan tidur tanpa harus menghilangkan plak yang sudah lama menjadi target utama terapi.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD20 Juli 2026
Keperawatan Komunitas

Mengurai Kelelahan Empati pada Perawat Hemodialisis: Temuan Baru untuk Penguatan Peran Perawat Komunitas

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam International Journal of Nursing Studies mengidentifikasi tiga profil kelelahan empati (compassion fatigue) pada perawat hemodialisis. Temuan ini tidak hanya relevan bagi perawat di rumah sakit, tetapi juga memberikan gambaran penting bagi perawat komunitas yang merawat pasien gagal ginjal kronis di rumah dan di pusat dialisis komunitas. Studi ini menekankan perlunya pengembangan kompetensi inti dan keterlibatan kerja untuk mencegah dampak buruk kelelahan empati.

Dr. Ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep19 Juli 2026
Manajemen Kesehatan

Tes Kolesterol yang Salah? Studi Baru Sarankan Perubahan Metode Pemeriksaan

Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa tes darah yang disebut apolipoprotein B (apoB) lebih akurat dalam mengukur partikel kolesterol berbahaya dibandingkan tes kolesterol LDL standar. Para peneliti menemukan bahwa penggunaan tes apoB dapat membantu menentukan pasien mana yang membutuhkan pengobatan lebih intensif, sehingga berpotensi mencegah lebih banyak serangan jantung dan stroke. Selain itu, metode ini dinilai lebih hemat biaya bagi sistem layanan kesehatan Amerika Serikat.

Dr. Ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep19 Juli 2026
Biomolekuler

Modulasi Ekspresi SPARC pada Mesenchymal Stem Cells Tingkatkan Regenerasi Kulit dan Perbaikan Luka

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa pengaturan kadar protein SPARC pada Mesenchymal Stem Cell (MSC) dapat meningkatkan kemampuan sel-sel ini dalam memperbaiki jaringan kulit yang rusak. Temuan ini membuka peluang baru untuk mengoptimalkan terapi berbasis sel punca dalam menangani luka kronis dan gangguan regenerasi kulit.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD19 Juli 2026
Kedokteran Klinis

Misteri Dengungan Global yang Membingungkan Akhirnya Terungkap?

Dengungan misterius yang dikenal sebagai "The Hum" telah dilaporkan di berbagai belahan dunia selama puluhan tahun, namun sumbernya seringkali tidak terdeteksi. Penelitian terbaru menguji teori bahwa pendengarnya memiliki kepekaan frekuensi rendah yang luar biasa atau menghasilkan suara dari dalam telinga, namun kedua hipotesis tersebut tidak terbukti. Temuan paling kuat mengarah pada kemungkinan bahwa fenomena ini adalah bentuk tinnitus frekuensi rendah, meskipun suara terdengar sepenuhnya berasal dari luar.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD19 Juli 2026
Keperawatan Komunitas

Perawat sebagai Mitra Pengambil Keputusan: Meningkatkan Peran Keperawatan Komunitas melalui Kolaborasi dengan Pasien

Sebuah studi terbaru dari International Journal of Nursing Studies mengupas secara mendalam bagaimana perawat dapat memimpin proses pengambilan keputusan bersama (shared decision making) dengan pasien. Temuan ini sangat relevan bagi keperawatan komunitas, di mana perawat tidak hanya menjadi pemberi asuhan, tetapi juga fasilitator yang memberdayakan pasien dan keluarga dalam merencanakan perawatan di rumah dan di komunitas. Artikel ini akan mengaitkan hasil studi tersebut dengan praktik keperawatan komunitas sehari-hari.

Dr. Ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep18 Juli 2026
Manajemen Kesehatan

Riset Terbaru Membantah Mitos Berbahaya tentang Gigitan Anak Ular Derik

Studi terbaru membantah kepercayaan lama bahwa anak ular derik lebih berbahaya dibandingkan ular dewasa. Para peneliti menemukan bahwa ular derik muda mampu mengontrol jumlah racun yang dikeluarkan sama baiknya dengan ular dewasa, sementara ular dewasa justru menyuntikkan racun jauh lebih banyak dan menyebabkan gigitan yang lebih serius. Tim peneliti juga mengungkap bagaimana mitos ini menyebar luas akibat laporan berita yang tidak akurat dan kutipan menyesatkan dari sumber yang selama ini dianggap terpercaya.

Dr. Ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep18 Juli 2026
Biomolekuler

Dari Kematian Menuju Regenerasi: Mengoptimalkan Kelangsungan Hidup Cangkok Stem Cell di Otak

Riset terbaru mengungkap bahwa kematian sel yang masif pada cangkok stem cell pluripoten di jaringan otak dapat dimodulasi melalui penghambatan jalur sinyal tertentu. Temuan ini menjadi terobosan penting untuk meningkatkan integrasi dan kelangsungan hidup sel punca dalam terapi regeneratif penyakit neurodegeneratif.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD18 Juli 2026
Kedokteran Klinis

Puasa Intermiten Terbukti Bantu Pertahankan Berat Badan hingga Setahun

Program puasa intermiten selama 12 minggu memberikan manfaat penurunan berat badan yang masih terlihat jelas setahun kemudian. Partisipan yang hanya makan dalam jendela waktu delapan jam setiap hari berhasil mempertahankan lebih banyak penurunan berat badan dibandingkan mereka yang mengikuti jadwal makan biasa. Baik jendela puasa pagi maupun sore sama-sama efektif, namun puasa di awal hari tampak sangat membantu dalam mempertahankan lemak tubuh.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD18 Juli 2026
Keperawatan Komunitas

Intervensi Mikro Berbasis Waktu Nyata Efektif Tingkatkan Perilaku Gerak 24 Jam Lansia: Temuan Baru untuk Perawat Komunitas

Studi terbaru yang dimuat dalam International Journal of Nursing Studies menunjukkan bahwa intervensi ekologis mikro (ecological momentary intervention) mampu memperbaiki kualitas perilaku gerak harian lansia secara signifikan. Temuan ini membuka peluang baru bagi perawat komunitas untuk merancang asuhan keperawatan berbasis komunitas yang lebih adaptif dan personal.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep18 Juli 2026
Manajemen Kesehatan

Kuman di Gusi Bisa Picu Penyakit Jantung Katup yang Mematikan

Para ilmuwan menemukan bahwa bakteri penyebab penyakit gusi dapat memicu peradangan dan penumpukan kalsium di katup jantung, yang berujung pada stenosis katup aorta kalsifik. Temuan awal ini menekankan pentingnya menjaga kesehatan gusi sebagai langkah sederhana untuk menurunkan risiko penyakit jantung serius tersebut.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep18 Juli 2026
Biomolekuler

Transplantasi Sel Punca Darah pada Anak dengan Kanker Sumsum Tulang Akibat Kelainan Genetik GATA2: Terobosan dengan Kondisioning Berbasis Decitabine

Sebuah studi baru menunjukkan keberhasilan transplantasi sel punca hematopoietik alogenik pada anak-anak yang menderita kanker sumsum tulang akibat defisiensi gen GATA2. Teknik ini menggunakan rejimen kondisioning yang mengandung decitabine dan busulfan, yang terbukti efektif mempersiapkan tubuh pasien untuk menerima sel punca donor. Temuan ini membuka harapan baru dalam pengobatan keganasan myeloid pada pasien dengan kelainan genetik langka ini.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD18 Juli 2026
Kedokteran Klinis

Terapi Nanopartikel Berlapis Gula Tingkatkan Ketahanan Hidup Pasien Kanker Otak Ganas hingga 50% pada Mencit

Para ilmuwan mengembangkan terapi eksperimental yang menggunakan nanopartikel berlapis gula untuk menyelundupkan instruksi genetik ke dalam sel kanker otak. Terapi ini berhasil memulihkan protein penekan tumor yang hilang pada glioblastoma, sehingga meningkatkan median ketahanan hidup mencit hingga 50% sambil mengecilkan ukuran tumor tanpa efek samping pada organ lain.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD18 Juli 2026
Keperawatan Komunitas

WHO: Hingga 45% Risiko Demensia Dapat Dicegah atau Ditunda

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis pedoman terbaru yang menunjukkan bahwa hingga 45% risiko demensia dapat dicegah atau ditunda dengan mengelola faktor-faktor yang dapat diubah, seperti merokok, konsumsi alkohol, kurang aktivitas fisik, polusi udara, dan penyakit tidak menular. Pedoman ini memberikan rekomendasi berbasis bukti bagi negara-negara untuk melindungi kesehatan kognitif masyarakat sepanjang hidup.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep17 Juli 2026
Manajemen Kesehatan

Wabah Cyclospora Misterius: Lebih dari 400 Orang Sakit, CDC Masih Lacak Sumbernya

Lebih dari 400 orang di empat negara bagian Amerika Serikat telah dilaporkan sakit akibat infeksi Cyclospora, dengan jumlah kasus yang diperkirakan masih akan bertambah. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) masih berupaya mengidentifikasi makanan terkontaminasi yang menjadi sumber wabah ini. Masyarakat diimbau untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala infeksi parasit ini.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep17 Juli 2026
Biomolekuler

Mikroenkapsulasi OligoDNA: Terobosan Baru Pengendalian Jamur Patogen Verticillium dahliae melalui Pembungkaman Gen

Penelitian ini membandingkan efektivitas dua metode pengiriman OligoDNA—yang dimetilasi dan yang dienkapsulasi dalam mikropartikel protein whey—dalam membungkam gen pada jamur patogen Verticillium dahliae. Hasil menunjukkan bahwa OligoDNA yang dienkapsulasi secara signifikan lebih efektif menghambat pertumbuhan jamur dibandingkan dengan yang dimetilasi. Temuan ini menawarkan pendekatan baru yang lebih efisien untuk pengendalian hayati penyakit layu tanaman yang disebabkan oleh jamur ini.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD17 Juli 2026
Kedokteran Klinis

Pemanis Buatan Ternyata Bisa Mengubah Komposisi Bakteri Usus, Studi Laboratorium Skala Besar Mengungkap Temuan Mengejutkan

Sebuah studi laboratorium berskala besar menemukan bahwa banyak pemanis yang umum digunakan, baik alami maupun sintetis, secara langsung dapat mengubah pertumbuhan bakteri di usus manusia. Peneliti mengidentifikasi lebih dari 100 kasus di mana efek pemanis berubah drastis ketika dikombinasikan dengan obat-obatan, kafein, atau perasa makanan. Kombinasi tertentu, seperti isosteviol (senyawa dari stevia) dengan antidepresan duloxetine, terbukti sangat mengganggu keseimbangan mikroba usus dengan mengurangi bakteri menguntungkan dan menurunkan keragaman mikroba secara keseluruhan.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD17 Juli 2026
Keperawatan Komunitas

WHO: Hingga 45% Risiko Demensia Bisa Dicegah atau Ditunda dengan Gaya Hidup Sehat

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis pedoman terbaru yang menunjukkan bahwa hingga 45% risiko demensia dapat dicegah atau ditunda melalui perubahan gaya hidup dan penanganan faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Pedoman ini memberikan rekomendasi berbasis bukti untuk membantu negara-negara mengurangi beban demensia, yang saat ini memengaruhi lebih dari 57 juta orang di seluruh dunia. Langkah-langkah seperti berhenti merokok, mengurangi konsumsi alkohol, aktif secara fisik, dan mengelola penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes menjadi kunci utama dalam strategi pencegahan.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep16 Juli 2026
Manajemen Kesehatan

Lebih dari 400 Orang Terinfeksi, CDC Masih Berburu Sumber Wabah Misterius Cyclospora

Wabah infeksi parasit Cyclospora yang belum diketahui sumbernya telah menyerang lebih dari 400 orang di empat negara bagian Amerika Serikat. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) tengah melakukan investigasi intensif untuk mengidentifikasi makanan yang terkontaminasi, sembari memperingatkan bahwa jumlah kasus sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi. Masyarakat diimbau segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep16 Juli 2026
Biomolekuler

Meta-Analisis Hi-C Lintas Platform Ungkap Insulator Fungsional yang Aktif Menghalangi Interaksi Enhancer-Promotor

Para peneliti berhasil mengidentifikasi insulator fungsional baru dalam genom melalui meta-analisis data Hi-C dari berbagai platform. Insulator ini secara aktif memblokir interaksi antara enhancer dan promoter, sehingga memberikan kendali yang lebih presisi terhadap ekspresi gen. Temuan ini membuka wawasan baru tentang mekanisme regulasi gen dan potensi implikasinya dalam gangguan perkembangan dan penyakit.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD16 Juli 2026
Kedokteran Klinis

Wabah Cyclospora Misterius: Lebih dari 400 Orang Terinfeksi, CDC Masih Buru Sumber Kontaminasi

Lebih dari 400 kasus infeksi Cyclospora dilaporkan di empat negara bagian Amerika Serikat, dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) masih belum menemukan makanan terkontaminasi yang menjadi sumber wabah. CDC memperingatkan bahwa jumlah sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi dan mendorong siapa pun yang mengalami gejala untuk segera mencari perawatan medis.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD16 Juli 2026
Keperawatan Komunitas

El Salvador Bebas dari Trakoma, Mata Penyebab Kebutaan Menular Terbesar di Dunia

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengakui El Salvador telah berhasil melakukan eradikasi penyakit trakoma sebagai masalah kesehatan masyarakat. Trakoma merupakan penyebab kebutaan menular nomor satu di dunia yang sebenarnya dapat dicegah. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata efektivitas strategi intervensi komunitas dan penguatan sistem kesehatan primer.

Dr. Ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep15 Juli 2026
Manajemen Kesehatan

Penelitian Berskala Besar Mengungkapkan Bahwa Tempat Tinggal Kita Menentukan Besarnya Risiko Demensia

Sebuah penelitian berskala besar yang menganalisis data lebih dari 214.000 orang menemukan bahwa faktor risiko demensia sangat bervariasi antar negara. Temuan ini menantang pendekatan pencegahan yang seragam dan menunjukkan perlunya strategi yang disesuaikan dengan kondisi lokal. Di sisi lain, para peneliti juga mengidentifikasi pola-pola yang konsisten secara mengejutkan, yang dapat membantu merancang upaya kesehatan masyarakat yang lebih cerdas dan terarah.

Dr. Ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep15 Juli 2026
Biomolekuler

Struktur Protein FANCJ Terkuak: Kunci Pemutus Untai DNA Kusut dan Kaitannya dengan Penyakit

Para ilmuwan berhasil memotret struktur tiga dimensi protein FANCJ manusia dalam resolusi atom menggunakan teknologi mikroskopi krio-elektron. Penemuan ini mengungkap mekanisme molekuler bagaimana protein tersebut memotong struktur DNA berbentuk G-quadruplex yang kusut, serta menjelaskan bagaimana mutasi pada protein ini dapat memicu penyakit seperti anemia Fanconi dan kanker payudara.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD15 Juli 2026
Kedokteran Klinis

Kerangka Mikroskopis di Dalam Sel Otak Terungkap sebagai “Penjaga Gerbang” yang Berpotensi Lawan Alzheimer

Para peneliti menemukan bahwa kerangka mikroskopis di dalam neuron tidak hanya berfungsi sebagai penyangga sel, tetapi juga bertindak seperti penjaga gerbang yang mengendalikan apa yang diserap oleh sel otak dan kapan penyerapan itu terjadi. Ketika struktur pelindung ini melemah, neuron secara cepat menyerap protein berbahaya yang terkait dengan penyakit Alzheimer. Temuan ini menunjukkan bahwa menstabilkan kerangka sel tersebut dapat menjadi strategi baru yang menjanjikan untuk mencegah kerusakan sel otak.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD15 Juli 2026
Biomolekuler

Struktur Cryo-EM FANCJ Ungkap Mekanisme Pembukaan G-Quadrupleks dan Mutasi Terkait Penyakit

Protein FANCJ merupakan helikase yang bertanggung jawab membuka struktur G‑quadrupleks pada DNA, dan gangguan pada fungsinya dikaitkan dengan anemia Fanconi serta beberapa jenis kanker. Studi terbaru menggunakan mikroskopi cryo‑elektron berhasil memetakan struktur tiga dimensi FANCJ, sehingga para ilmuwan dapat melihat secara rinci bagaimana protein ini berinteraksi dengan G‑quadrupleks dan melepaskannya. Temuan ini juga menjelaskan bagaimana mutasi tertentu pada FANCJ dapat merusak mekanisme tersebut, membuka jalan bagi pengembangan strategi diagnosis dan terapi yang lebih tepat.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD15 Juli 2026
Kedokteran Klinis

Kegiatan Budaya Seperti Nonton Bioskop dan Kunjungi Museum Bantu Tubuh Tetap Awet Muda

Studi terbaru menunjukkan bahwa lansia yang rutin berpartisipasi dalam aktivitas budaya seperti menonton film, mengunjungi museum, atau menghadiri konser memiliki fungsi tubuh yang setara dengan orang 3 tahun lebih muda. Para peneliti menduga bahwa hubungan ini terkait dengan ikatan sosial yang lebih kuat, kesehatan mental yang baik, dan kebiasaan hidup sehat, meski diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efek langsungnya terhadap penuaan.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD15 Juli 2026