Malayan SaintifikaCourseeJournalMedia
M
Malayan Media
Medical Science & Biomolecular
Cari
BerandaCariTentang
Edisi terbaru

Berita sains medis

Sorotan Riset — Dari Jurnal Kami

Kunjungi eJournal →
eJournal · Peer-review

Posisi Kepala 30 Derajat: Langkah Sederhana yang Bantu Turunkan Tekanan Darah pada Pasien Stroke

Sebuah studi kasus yang dilakukan di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar, Malang, menguji efektivitas posisi kepala terangkat 30 derajat pada pasien stroke. Hasil pengamatan selama tiga hari menunjukkan bahwa intervensi ini mampu menurunkan tekanan darah dan mengurangi keluhan sakit kepala akibat peningkatan tekanan di dalam kepala. Temuan ini menawarkan teknik perawatan yang sederhana dan non-invasif untuk membantu pemulihan pasien stroke di ruang perawatan intensif.

Medical Nursing Journal · 17 Juli 2026
eJournal · Peer-review

Senam Ergonomis: Terapi Sederhana untuk Lansia Hipertensi dan Nyeri Asam Urat

Sebuah studi kasus di Desa Karangnongko, Kabupaten Malang, meneliti manfaat senam ergonomis bagi lansia dengan gangguan mobilitas fisik. Terapi yang dilakukan selama enam hari ini menunjukkan potensi sebagai alternatif non-farmakologis untuk menurunkan tekanan darah dan mengurangi kelelahan. Temuan ini memberikan gambaran awal tentang intervensi sederhana yang dapat diterapkan di komunitas.

Medical Nursing Journal · 17 Juli 2026
eJournal · Peer-review

Sanitasi dan Perilaku Hidup Bersih: Kunci Mencegah Diare di Wilayah Pesisir Halmahera Selatan

Sebuah studi di wilayah kerja Puskesmas Laiwui, Halmahera Selatan, menemukan bahwa hampir empat dari sepuluh warga pernah mengalami diare. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa sumber air bersih, kepemilikan jamban, kebiasaan cuci tangan pakai sabun, serta pengelolaan air dan makanan secara signifikan memengaruhi angka kejadian diare di wilayah tersebut.

Medical Nursing Journal · 17 Juli 2026
eJournal · Peer-review

Kesiapan Ibu Menyusui: Separuh Lebih Siap, Namun Masih Ada Tantangan

Sebuah studi deskriptif di Posyandu Dusun Pager Lor, Pasuruan, mengungkap bahwa mayoritas ibu (55%) menyatakan siap memberikan ASI eksklusif, namun hampir separuhnya (45%) belum siap. Ketidaksiapan ini dikaitkan dengan faktor usia, pendidikan, pekerjaan, dan akses informasi. Temuan ini menekankan perlunya edukasi dan dukungan menyeluruh—baik fisik maupun psikologis—untuk membantu ibu mencapai target menyusui eksklusif.

Medical Nursing Journal · 17 Juli 2026
eJournal · Peer-review

Gawai dan Anak Prasekolah: Seberapa Paham Orang Tua Akan Dampaknya?

Sebuah studi di Malang mengungkap tingkat pengetahuan orang tua tentang dampak penggunaan gawai pada anak usia prasekolah. Hasilnya menunjukkan bahwa separuh dari orang tua memiliki pengetahuan yang baik, namun hampir sepertiga lainnya masih berada pada kategori cukup, dan sebagian kecil lainnya masih kurang. Temuan ini menjadi pengingat akan pentingnya peningkatan literasi digital bagi orang tua.

Medical Nursing Journal · 17 Juli 2026
eJournal · Peer-review

Kecerdasan Spiritual Lansia di Jambesari: Separuh Tinggi, Separuh Sedang, Tak Ada yang Rendah

Sebuah studi deskriptif di Desa Jambesari, Malang, menemukan bahwa separuh dari lansia memiliki tingkat kecerdasan spiritual yang tinggi, sementara separuhnya lagi berada pada tingkat sedang. Tidak ada satu pun lansia yang memiliki kecerdasan spiritual rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya pemenuhan kebutuhan spiritual bagi populasi lanjut usia.

Medical Nursing Journal · 17 Juli 2026
eJournal · Peer-review

Kurangnya Upaya Pencegahan Nyeri Punggung pada Kuli Angkut di Pasar Tradisional

Sebuah studi di Pasar Karangploso, Kabupaten Malang, mengungkapkan bahwa sebagian besar kuli angkut barang (76,6%) masih melakukan upaya pencegahan yang kurang memadai terhadap risiko nyeri punggung bawah (Low Back Pain/LBP). Hanya 3,3% pekerja yang menerapkan pencegahan dengan baik. Temuan ini menunjukkan perlunya edukasi tentang olahraga teratur, teknik angkat yang benar, penggunaan korset, dan penghentian kebiasaan merokok.

Medical Nursing Journal · 17 Juli 2026
eJournal · Peer-review

Waspada Osteoporosis di Usia Menengah: Upaya Pencegahan Perempuan di Malang Masih Perlu Ditingkatkan

Sebuah studi di Desa Toyomarto, Kabupaten Malang, mengungkap bahwa sebagian besar perempuan usia 45-54 tahun telah melakukan upaya pencegahan osteoporosis dalam kategori cukup, namun hanya sedikit yang masuk kategori baik. Temuan ini menunjukkan perlunya edukasi lebih lanjut mengenai faktor risiko, pengaturan pola makan, dan aktivitas fisik untuk mencegah pengeroposan tulang di usia lanjut.

Medical Nursing Journal · 17 Juli 2026

Artikel terbaru

Keperawatan Komunitas

Decision fatigue and coping responses among primary caregivers of older adults with disabilities: A qualitative study

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep10 Oktober 2026
Biomolekuler

TCF3-mediated lysosomal function contributes to muscle stem cell quiescence

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD9 Oktober 2026
Keperawatan Komunitas

Limited shared meaning in interactions between older family caregivers and home-care personnel: A focused ethnographic study

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep8 Oktober 2026
Biomolekuler

Sel Punca Alveolar Bertransdiferensiasi: Kunci Regenerasi Bronkiolus

Penelitian terbaru mengungkap bahwa sel punca alveolar dapat bertransdiferensiasi menjadi sel bronkiolus, sebuah proses yang mendorong regenerasi saluran pernapasan kecil setelah cedera. Temuan ini memperdalam pemahaman tentang plastisitas sel punca dewasa dan membuka peluang baru dalam terapi regeneratif untuk penyakit paru-paru.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD7 Oktober 2026
Kedokteran Klinis

Scientists reveal what seven days of fasting does to the human body

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD6 Oktober 2026
Biomolekuler

Correction: CRISPR/Cas9-mediated gene correction of Wilson disease H1069Q point mutation in patient-specific induced pluripotent stem cells

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD5 Oktober 2026
Kedokteran Klinis

This protective enzyme could help stop fatty liver disease from getting worse

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD4 Oktober 2026
Biomolekuler

DCAF7 regulates hematopoietic stem cell function and differentiation through polycomb repressive complex 1 modulation

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD3 Oktober 2026
Keperawatan Komunitas

Organisational support for older nurses' continuation of practice: A qualitative interpretive descriptive study

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep2 Oktober 2026
Biomolekuler

A human-induced pluripotent stem cell-derived spheroid model to investigate myelin injury and repair

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD1 Oktober 2026
Keperawatan Komunitas

Deprescribing pada Lansia: Peran Perawat Komunitas dalam Mengatasi Hambatan dan Memfasilitasi Pengurangan Obat

Sebuah tinjauan sistematis studi kualitatif yang dipublikasikan di International Journal of Nursing Studies mengungkap berbagai hambatan dan pendukung dalam proses deprescribing pada lansia dengan polifarmasi. Temuan ini memberikan landasan penting bagi perawat komunitas untuk mengembangkan intervensi keperawatan yang tepat sasaran di komunitas.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep30 September 2026
Biomolekuler

Sorting for identity: dielectrophoresis enriches GABAergic-fated neural stem cells

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD29 September 2026
Keperawatan Komunitas

Sociodemographic inequalities in functional dependency among older adults: Cross-sectional evidence from 35 countries

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep28 September 2026
Biomolekuler

Allogeneic adipose-derived mesenchymal stem cells on a decellularized lung scaffold accelerate healing of experimental burn injury in rabbits

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD27 September 2026
Keperawatan Komunitas

Association between reimbursement-based discharge planning and support and days at home for older patients hospitalized for anticancer drug therapy: A retrospective cohort study

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep26 September 2026
Biomolekuler

What is needed for regenerative medicine to flourish?

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD25 September 2026
Keperawatan Komunitas

Toksisitas Waktu dalam Asuhan Keperawatan: Analisis Konsep untuk Praktik Komunitas

Sebuah studi terbaru dalam International Journal of Nursing Studies mengupas konsep "toksisitas waktu" yang terkait dengan asuhan keperawatan. Analisis ini membantu perawat komunitas memahami bagaimana beban waktu yang dihabiskan pasien untuk perawatan dapat berdampak negatif pada kualitas hidup mereka. Temuan ini mendorong perawat untuk merancang intervensi yang lebih efisien di lingkungan rumah dan komunitas.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep24 September 2026
Biomolekuler

Terapi Sel Punca untuk Penyakit Autoimun Memasuki Fase Baru: Hasil "Sangat Menggembirakan"

Para peneliti melaporkan kemajuan signifikan dalam penggunaan terapi sel punca untuk mengobati penyakit autoimun, dengan hasil awal yang disebut "sangat menggembirakan". Pendekatan ini kini memasuki uji klinis fase lanjutan, menawarkan harapan baru bagi pasien dengan kondisi seperti lupus, sklerosis multipel, dan artritis reumatoid. Terapi ini bekerja dengan cara "mereset" sistem imun melalui transplantasi sel punca hematopoietik atau modifikasi sel imun menggunakan sel punca dewasa.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD23 September 2026
Kedokteran Klinis

Alternatif Baru Hindari Operasi Lutut: Embolisasi Arteri Genikular untuk Redakan Nyeri Osteoartritis

Sebuah prosedur minimal invasif bernama embolisasi arteri genikular (GAE) menawarkan pilihan baru bagi penderita osteoartritis lutut yang belum siap menjalani operasi penggantian sendi. Dengan menyumbat pembuluh darah kecil penyebab peradangan, GAE mampu mengurangi nyeri secara signifikan—bahkan beberapa pasien melaporkan hampir tidak merasakan nyeri lagi. Studi awal menunjukkan manfaat ini dapat bertahan antara dua hingga empat tahun pada pasien yang memberikan respons baik.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD22 September 2026
Biomolekuler

Mekanisme Epigenetik Mengungkap Peran Modifikasi Histon dalam Migrasi Sel Punca Folikel Rambut

Peneliti menemukan bahwa enzim GCN5 memodifikasi histon H3 melalui proses krotonilasi (H3K27cr) yang kemudian mengaktifkan gen KRT80, sehingga memicu migrasi sel punca folikel rambut dan perkembangan folikel. Temuan ini membuka wawasan baru tentang regulasi epigenetik pada sel punca dewasa dan potensi aplikasinya dalam terapi rambut rontok. Riset ini memperkuat pemahaman dasar tentang bagaimana sinyal molekuler mengontrol perilaku sel punca di jaringan dewasa.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD21 September 2026
Kedokteran Klinis

Delapan Bahan Tambahan Makanan Umum Terkait dengan Hipertensi dan Penyakit Jantung

Pengawet yang umum ditemukan dalam makanan olahan ternyata dapat membawa risiko tersembunyi bagi kesehatan jantung. Konsumsi berlebihan bahan-bahan ini dikaitkan dengan peningkatan signifikan tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular. Sebuah studi observasional mengidentifikasi delapan zat aditif yang banyak digunakan, meskipun penelitian tersebut belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD20 September 2026
Biomolekuler

Terobosan Baru: Organoid Kelenjar Ludah Fungsional Berhasil Dikembangkan dari Sel Punca Manusia, Siap untuk Transplantasi

Para peneliti berhasil menciptakan organoid kelenjar ludah yang fungsional dan dapat ditransplantasikan dengan menggunakan sel punca pluripoten manusia. Pendekatan yang terinspirasi dari perkembangan embrio ini menghasilkan struktur mirip kelenjar ludah yang mampu mensekresi air liur. Temuan ini membuka jalan baru bagi terapi regeneratif untuk pasien yang mengalami kerusakan kelenjar ludah akibat radioterapi atau penyakit degeneratif.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD19 September 2026
Keperawatan Komunitas

Perawat Komunitas Kunci Pengendalian Infeksi Saluran Napas di Fasilitas Perawatan Jangka Panjang

Sebuah tinjauan sistematis terbaru dalam International Journal of Nursing Studies mengkaji strategi pengendalian infeksi saluran pernapasan di fasilitas perawatan jangka panjang. Perawat komunitas memegang peran sentral dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan berbasis bukti, termasuk vaksinasi, kebersihan tangan, dan penggunaan alat pelindung diri. Temuan ini memperkuat posisi perawat sebagai garda terdepan dalam melindungi lansia dan kelompok rentan di komunitas.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep18 September 2026
Biomolekuler

Kit Jarak Jauh untuk Sel Somatik Manusia: Terobosan Baru dalam Produksi iPSC dan Organoid Otak

Para peneliti mengembangkan kit yang memungkinkan pengumpulan dan isolasi sel somatik manusia dari jarak jauh, yang kemudian dapat direprogram menjadi induced pluripotent stem cells (iPSC) dan selanjutnya ditumbuhkan menjadi organoid serebral. Metode ini mengatasi hambatan logistik karena sampel dapat dikirim melalui pos tanpa memerlukan laboratorium khusus di lokasi donor. Inovasi ini berpotensi memperluas akses riset sel punca dan kedokteran regeneratif ke lebih banyak populasi.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD17 September 2026
Keperawatan Komunitas

Menjaga Etika Rekrutmen Global: Dampak Kode Praktik WHO terhadap Perawat di India dan Relevansinya bagi Keperawatan Komunitas

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam International Journal of Nursing Studies menganalisis dampak Kode Praktik Global WHO mengenai rekrutmen tenaga kesehatan internasional di India. Penelitian ini mengungkap bahwa meskipun kebijakan tersebut bertujuan melindungi sistem kesehatan negara berkembang, implementasinya di India masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal tata kelola dan perlindungan perawat. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi praktik keperawatan komunitas, khususnya dalam memperkuat kapasitas tenaga perawat lokal dan memastikan pemerataan akses layanan kesehatan di akar rumput.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep16 September 2026
Biomolekuler

Mengungkap Kunci Peremajaan Sel Punca Gigi: Harapan Baru untuk Mengatasi Periodontitis

Periodontitis, penyakit gusi yang merusak jaringan penyangga gigi, sering dikaitkan dengan penuaan sel punca. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa protein bernama IGFBP5 mampu membalikkan proses penuaan tersebut pada sel punca folikel gigi manusia. Temuan ini membuka peluang terapi regeneratif baru yang lebih efektif untuk mengobati kerusakan jaringan periodontal akibat peradangan kronis.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD15 September 2026
Keperawatan Komunitas

Perawat Komunitas Jadi Garda Terdepan Atasi Gangguan Rasa Akibat Kemoterapi: Temuan Meta-Analisis Terbaru

Sebuah studi sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan di International Journal of Nursing Studies mengungkap bahwa intervensi non‑farmakologis seperti modifikasi pola makan, teknik relaksasi, dan terapi sensorik dapat secara signifikan mengurangi gangguan rasa akibat kemoterapi pada pasien kanker. Temuan ini membuka peluang besar bagi perawat komunitas untuk mengintegrasikan strategi tersebut dalam asuhan keperawatan di rumah dan pemberdayaan keluarga, sehingga kualitas hidup pasien dapat ditingkatkan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada obat‑obatan.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep14 September 2026
Biomolekuler

Menguak Mekanisme Gagal Jantung: Studi Banding Sinyal dan Fungsi Sel Jantung dari Pasien Kardiomiopati Dilatasi Berbasis iPSC

Para peneliti berhasil mengembangkan sel otot jantung dari sel punca pluripoten terinduksi (iPSC) yang berasal dari pasien dengan kardiomiopati dilatasi (DCM). Dengan membandingkan jalur sinyal dan fungsi kontraktil sel-sel tersebut, studi ini mengungkap perbedaan molekuler yang mendasari keragaman respons terapi pada penderita DCM. Temuan ini membuka jalan bagi pengobatan regeneratif yang lebih personal dan berbasis sel punca untuk penyakit jantung.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD13 September 2026
Keperawatan Komunitas

Mempersiapkan Kekuatan Perawat di Era Lansia: Simulasi Kebutuhan di Rumah Sakit Tersier dan Dampaknya bagi Keperawatan Komunitas

Sebuah studi terbaru dalam International Journal of Nursing Studies menggunakan simulasi sistem dinamik untuk meramalkan kebutuhan tenaga perawat di rumah sakit tersier umum di tengah penuaan populasi dan perubahan pola penggunaan layanan kesehatan. Hasilnya menunjukkan perlunya penyesuaian jumlah perawat secara signifikan, yang secara langsung berdampak pada ketersediaan tenaga keperawatan komunitas, terutama perawatan di rumah dan promosi kesehatan lansia.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep12 September 2026
Biomolekuler

Ilmuwan Berhasil Ciptakan Sel Mirip Embrio Tahap Awal dari Sel Punca Manusia

Para peneliti berhasil mengembangkan metode untuk menghasilkan sel yang menyerupai embrio manusia pada tahap delapan sel dari sel punca pluripoten manusia. Temuan ini membuka peluang baru dalam memahami perkembangan awal kehidupan dan pengembangan terapi regeneratif berbasis sel punca.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD11 September 2026
Keperawatan Komunitas

Krisis Kekurangan Perawat Global: Dampak Sistemik pada Pelayanan Keperawatan Komunitas

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam International Journal of Nursing Studies menyoroti determinan sistemik dan politik di balik kekurangan perawat dan bidan di seluruh dunia. Krisis ini secara langsung mengancam layanan keperawatan komunitas, termasuk perawatan di rumah, asuhan keluarga, dan promosi kesehatan masyarakat. Perawat komunitas menjadi garda terdepan yang paling terdampak oleh kebijakan dan sistem kesehatan yang tidak memadai.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep10 September 2026
Biomolekuler

Sel Punca dari Mukosa Hidung Berubah Menjadi Sel Schwann untuk Perbaikan Saraf Tepi

Peneliti berhasil mengubah sel punca mesenkimal yang berasal dari mukosa olfaktori (lapisan dalam hidung) menjadi sel mirip Schwann, yaitu sel pendukung yang sangat penting dalam perbaikan saraf tepi. Temuan ini membuka peluang baru dalam pengembangan terapi berbasis sel punca untuk mengatasi kerusakan saraf, seperti akibat cedera atau penyakit degeneratif. Pendekatan ini memanfaatkan potensi regeneratif sel punca dewasa yang relatif mudah diakses dan memiliki risiko penolakan yang lebih rendah.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD9 September 2026
Keperawatan Komunitas

Eksplorasi Peran Perawat Komunitas dalam Voluntary Assisted Dying: Studi Kualitatif di Queensland

Sebuah penelitian kualitatif terbaru yang diterbitkan di International Journal of Nursing Studies mengkaji peran perawat dalam proses voluntary assisted dying (VAD) di Queensland, Australia. Studi ini menyoroti bagaimana perawat komunitas terlibat dalam memberikan dukungan di rumah, mendampingi keluarga, dan memastikan asuhan yang bermartabat bagi pasien yang memilih opsi akhir hayat tersebut. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan praktik keperawatan komunitas yang etis dan responsif.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep8 September 2026
Biomolekuler

Terobosan Terapi Parkinson: Sel Punca iPSC Siap Beku Memulihkan Fungsi Otak Lebih Cepat

Para ilmuwan berhasil mengembangkan sel prekursor dopaminergik (calon neuron penghasil dopamin) dari sel punca pluripoten induksi manusia (iPSC) yang dapat dibekukan tanpa kehilangan kualitas. Ketika ditransplantasikan ke tikus model penyakit Parkinson, sel-sel ini menunjukkan percepatan pemulihan fungsi motorik yang signifikan. Temuan ini membuka jalan bagi terapi sel punca Parkinson yang lebih praktis, aman, dan siap pakai secara klinis.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD7 September 2026
Keperawatan Komunitas

Dilema Peran Keluarga sebagai Perawat di Rumah bagi Lansia dengan Demensia: Sebuah Tantangan bagi Keperawatan Komunitas

Sebuah studi kualitatif terbaru mengungkap dilema mendalam yang dialami oleh anggota keluarga yang merawat orang dengan demensia di rumah. Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Nursing Studies ini menyoroti konflik peran antara tugas sebagai anak atau pasangan dengan tuntutan menjadi perawat utama. Temuan ini memberikan wawasan kritis bagi perawat komunitas dalam merancang intervensi dukungan yang tepat sasaran.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep6 September 2026
Biomolekuler

Mengatur Enzim GDH: Kunci Baru untuk Perbanyakan Sel Punca Darah demi Terapi Regeneratif

Para ilmuwan menemukan bahwa menekan aktivitas enzim glutamate dehydrogenase (GDH) dapat mengarahkan sel punca darah untuk memperbanyak diri secara murni (self-renewal) alih-alih berdiferensiasi. Temuan ini membuka peluang untuk memproduksi sel punca dalam jumlah besar di laboratorium, yang sangat penting bagi keberhasilan terapi sel punca untuk penyakit darah dan kanker.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD5 September 2026
Keperawatan Komunitas

Peran Perawat Komunitas dalam Menghadapi Gangguan Identitas dan Ketakutan Kambuh pada Pasien Pasca Operasi Schwannoma Vestibular

Sebuah studi fenomenologi interpretatif di China mengungkap bahwa pasien pasca operasi schwannoma vestibular mengalami gangguan identitas diri, ketakutan akan perkembangan penyakit, dan perilaku menghindar. Temuan ini menyoroti urgensi dukungan keperawatan komunitas dalam masa transisi dari rumah sakit ke rumah. Perawat komunitas memiliki peran krusial dalam membantu pasien membangun kembali identitas, mengelola kecemasan, dan mendorong adaptasi aktif.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep4 September 2026
Biomolekuler

Terobosan Baru Sel Punca: Sel Tubulus Proksimal Ginjal yang Lebih Fungsional Berhasil Diciptakan dari Organoid iPSC

Para peneliti berhasil menghasilkan sel tubulus proksimal ginjal yang lebih matang dan fungsional dari organoid yang berasal dari sel punca pluripoten terinduksi manusia (iPSC). Pendekatan ini membuka jalan baru untuk terapi regeneratif penyakit ginjal, seperti cedera ginjal akut atau gagal ginjal kronis. Temuan ini juga memperkuat peran iPSC dalam memproduksi jaringan ginjal yang dapat digunakan untuk transplantasi atau pengujian obat.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD3 September 2026
Keperawatan Komunitas

Perawat Komunitas Kunci Implementasi Standar Perawatan Mandiri Pasien PPOK di Rumah

Sebuah studi payung (umbrella review) yang diterbitkan dalam International Journal of Nursing Studies pada Desember 2026 menekankan pentingnya kerangka kerja standar untuk perawatan mandiri pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Temuan ini membuka peluang bagi perawat komunitas untuk mengintegrasikan panduan terstruktur ke dalam asuhan keperawatan keluarga dan home care. Peran perawat sebagai pendidik dan fasilitator menjadi krusial dalam membantu pasien dan keluarga mengelola gejala PPOK secara mandiri di lingkungan rumah.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep2 September 2026
Biomolekuler

Menyingkap Rahasia Regenerasi Sendi: Cara Kolagen dan Fibronectin Memandu Sel Punca Lutut Memperbaiki Diri

Peneliti menemukan bahwa dua protein alami dalam tubuh, yaitu fibronectin dan kolagen tipe I, dapat menjadi "pemandu" bagi sel punca yang berasal dari jaringan meniskus lutut untuk berfungsi lebih optimal. Interaksi ini memicu jalur pensinyalan molekuler bernama FAK yang mengatur kemampuan sel punca untuk berkembang biak dan bermigrasi. Temuan ini membuka harapan baru untuk pengembangan terapi regeneratif bagi kerusakan lutut tanpa harus menggunakan sel punca embrionik.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD1 September 2026
Keperawatan Komunitas

Memahami Persepsi Risiko Jatuh pada Lansia di Panti Jompo: Peran Vital Perawat Komunitas dalam Pencegahan

Sebuah studi kualitatif terbaru yang diterbitkan dalam International Journal of Nursing Studies mengeksplorasi bagaimana penghuni panti jompo memandang risiko jatuh dan meresponsnya. Temuan awal mengungkapkan variasi pola persepsi—mulai dari meremehkan hingga mewaspadai secara berlebihan—yang memengaruhi perilaku keseharian mereka. Perawat komunitas, khususnya yang bertugas di fasilitas perawatan jangka panjang, memiliki peran strategis dalam menjembatani kesenjangan persepsi ini melalui edukasi, asesmen individual, dan intervensi berbasis komunitas.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep31 Agustus 2026
Biomolekuler

Stanniocalcin 1 Kunci Plastisitas Sel Punca Glioma: Temuan Baru untuk Terapi Kanker Otak

Sebuah studi terbaru mengungkap peran penting protein Stanniocalcin 1 (STC1) dalam menjaga fleksibilitas dan kemampuan adaptasi sel punca glioma, jenis sel kanker otak yang agresif. Penelitian ini menunjukkan bahwa STC1 memperkuat sinyal melalui jalur NOTCH1/STAT3/GFPT2, yang memungkinkan sel punca kanker untuk bertahan, berproliferasi, dan berubah menjadi berbagai jenis sel tumor. Temuan ini membuka jalan bagi pengembangan terapi baru yang menargetkan plastisitas sel punca glioma untuk menghentikan pertumbuhan dan kekambuhan kanker otak.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD30 Agustus 2026
Keperawatan Komunitas

Inovasi Keperawatan Komunitas: Memperkuat Pemulihan Pasca Operasi Melalui Program ERAS

Sebuah kajian literatur terbaru dalam International Journal of Nursing Studies menyoroti efektivitas program Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) pada pasien bedah saluran cerna. Artikel ini mengaitkan temuan tersebut dengan peran vital perawat komunitas dalam melanjutkan perawatan pasca operasi di rumah, sehingga mempercepat pemulihan dan menurunkan risiko komplikasi. Fokus utama adalah bagaimana perawat komunitas dapat menjadi jembatan antara rumah sakit dan kehidupan sehari-hari pasien.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep29 Agustus 2026
Biomolekuler

Mekanisme Ganda Regulasi SOX2 oleh miR-150: Penekanan mRNA dan Autophagy Menentukan Nasib Sel Punca

Penelitian terbaru mengungkap bahwa microRNA miR-150 mengatur faktor transkripsi SOX2 melalui dua jalur sekaligus: penekanan langsung terhadap mRNA SOX2 serta jalur autophagy. Temuan ini menunjukkan bagaimana sel punca dapat mempertahankan atau mengubah identitasnya, membuka wawasan baru dalam pengembangan terapi regeneratif berbasis sel punca.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD28 Agustus 2026
Keperawatan Komunitas

Perawat Komunitas Rentan Trauma: Indeks Beban Trauma dan Prediksi Risiko Depresi dengan Kecerdasan Buatan

Penelitian terkini mengembangkan Indeks Beban Trauma (Trauma Exposure Load Index) khusus untuk perawat dan menggunakan pendekatan pembelajaran mesin (machine learning) guna memprediksi risiko depresi akibat paparan trauma. Temuan ini relevan bagi keperawatan komunitas, di mana perawat sering menjadi garda terdepan dalam menghadapi situasi darurat dan krisis di masyarakat. Model prediksi ini dapat membantu perawat komunitas dan pengelola layanan home care untuk mengidentifikasi perawat yang rentan serta merancang intervensi dukungan psikososial yang lebih tepat sasaran.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep27 Agustus 2026
Biomolekuler

Defisiensi TOPORS dan Masa Depan Terapi Sel Punca untuk Osteoporosis

Sebuah studi baru mengungkap bahwa kekurangan protein TOPORS pada sel punca mesenkimal (mesenchymal stem cells) menyebabkan gangguan modifikasi protein TET2. Akibatnya, terjadi metilasi RNA yang berlebihan, yang mendorong sel punca ini berubah menjadi sel lemak alih-alih sel tulang. Temuan ini membuka jalan bagi pengembangan terapi berbasis sel punca yang lebih efektif untuk mengatasi osteoporosis.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD26 Agustus 2026
Keperawatan Komunitas

Keterlibatan Sosial Lansia: Kunci Menekan Depresi dan Kunjungan Rumah Sakit yang Tak Perlu

Sebuah studi longitudinal terbaru yang diterbitkan dalam International Journal of Nursing Studies mengungkapkan bahwa lansia yang aktif dalam kegiatan sosial dan komunitas memiliki risiko lebih rendah mengalami gejala depresi serta lebih jarang menggunakan layanan kesehatan darurat. Temuan ini memberikan bukti kuat bagi perawat komunitas untuk merancang intervensi berbasis kelompok guna menjaga kesehatan mental dan fisik populasi lanjut usia di rumah.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep25 Agustus 2026
Biomolekuler

BRD2, Penghambat Utama dalam Pembuatan Sel Punca Induksi: Peran Kunci Biosintesis Lipid dan Matrisome

Para peneliti menemukan bahwa protein BRD2 menjadi penghambat signifikan dalam proses reprogramming sel somatik menjadi sel punca pluripoten terinduksi (iPSC). Hambatan ini terjadi melalui regulasi biosintesis lipid dan komponen matriks ekstraseluler (matrisome) yang dimediasi oleh domain ET (extra-terminal) pada protein BRD2. Temuan ini membuka jalan untuk meningkatkan efisiensi produksi iPSC dengan menargetkan jalur lipid dan matrisome.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD24 Agustus 2026
Keperawatan Komunitas

Perawat Navigasi: Jembatan Komunitas untuk Perawatan Pasien Kronis yang Kompleks

Sebuah tinjauan sistematis terbaru dalam International Journal of Nursing Studies mengeksplorasi peran perawat navigator dalam merawat individu dengan kebutuhan kompleks akibat penyakit kronis. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan koordinasi perawatan dan hasil kesehatan pasien di komunitas. Artikel ini mengulas bagaimana perawat navigasi menjadi pilar penting dalam keperawatan komunitas, terutama dalam perawatan di rumah dan promosi kesehatan.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep23 Agustus 2026
Keperawatan Komunitas

Intervensi Digital dan Telemedicine Terbukti Efektif untuk Diabetes Gestasional: Peran Strategis Perawat Komunitas

Sebuah kajian payung yang diterbitkan di International Journal of Nursing Studies mengonfirmasi efektivitas intervensi digital dan telemedicine dalam pengelolaan diabetes melitus gestasional. Temuan ini membuka peluang besar bagi perawat komunitas untuk memperkuat peran mereka melalui pemantauan jarak jauh, edukasi, dan dukungan berkelanjutan pada ibu hamil di rumah.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep23 Agustus 2026
Biomolekuler

Peran Jenis Kelamin Neuron Otak dalam Mengatur Aktivitas Sel Punca Usus dan Kerentanan Kanker

Penelitian terbaru mengungkap bahwa jenis kelamin neuron di otak ternyata memengaruhi sinyal di lingkungan mikro usus, yang pada akhirnya mengendalikan aktivitas sel punca dan risiko kanker. Temuan ini membuka perspektif baru dalam memahami perbedaan biologis antara pria dan wanita pada tingkat sel punca, serta implikasinya terhadap terapi regeneratif dan pencegahan kanker.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD22 Agustus 2026
Kedokteran Klinis

Tiga Menit Lari Sprint Mampu Memicu Perubahan Darah yang Tak Bisa Dicapai oleh 90 Menit Olahraga Ringan

Hanya dengan tiga menit berlari sprint intens, tubuh mampu mengubah hampir seperempat dari total protein dalam darah serta lebih dari 200 jenis metabolit. Sementara itu, olahraga ringan selama 90 menit hanya menghasilkan perubahan kecil yang sifatnya sementara. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan singkat namun eksplosif dapat memberikan efek metabolik yang jauh lebih dramatis dibandingkan durasi olahraga yang panjang.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD22 Agustus 2026
Keperawatan Komunitas

Pantauan Elektronik dengan Umpan Balik Tingkatkan Kepatuhan Pasien pada Inhaler Asma: Bukti Terbaru dari Riset Perawat

Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang baru diterbitkan di International Journal of Nursing Studies menunjukkan bahwa penggunaan alat pemantau elektronik yang dilengkapi dengan fitur umpan balik secara signifikan meningkatkan kepatuhan pasien asma dalam menggunakan inhaler. Temuan ini memberikan bukti kuat bagi perawat komunitas untuk mengadopsi teknologi dalam intervensi edukasi dan monitoring di rumah guna mengoptimalkan pengelolaan penyakit kronis.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep21 Agustus 2026
Manajemen Kesehatan

Bergerak Sekejap di Usia Paruh Baya, Melindungi Otak hingga Puluhan Tahun Kemudian

Studi jangka panjang mengungkap bahwa olahraga ringan dan kadar gula darah yang sehat di usia paruh baya berkaitan erat dengan perlambatan penurunan fungsi kognitif di masa tua. Temuan ini menunjukkan manfaat perlindungan otak tidak hanya berasal dari aktivitas fisik, tetapi juga dari metabolisme tubuh yang terjaga.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD21 Agustus 2026
Biomolekuler

Menumbuhkan Kembali Jaringan Mulut dengan Sel Punca Hasil Rekayasa: Harapan Baru untuk Luka di Rongga Mulut

Sebuah tim peneliti berhasil menumbuhkan sel kulit bagian dalam mulut (sel keratinosit oral) dari sel punca hasil rekayasa ulang (iPSC) yang berasal dari sel kulit orang dewasa. Inovasi ini dilakukan dengan mengurangi penggunaan bahan dari hewan, sehingga membuat proses produksi sel menjadi lebih aman dan terkontrol. Temuan ini membuka jalan baru untuk menyembuhkan luka dan kerusakan pada jaringan mukosa mulut tanpa harus bergantung pada transplantasi jaringan dari area mulut lain milik pasien sendiri.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD20 Agustus 2026
Kedokteran Klinis

Antibodi Super Mini Buatan AI: Harapan Baru Melawan Alzheimer, Parkinson, dan ALS

Para peneliti berhasil mengubah antibodi biasa menjadi molekul kecil penyerang penyakit yang bisa bekerja di dalam sel manusia. Terobosan ini dikenal sebagai "intrabodi" yang dirancang menggunakan kecerdasan buatan (AI). Temuan ini membuka jalur baru yang potensial untuk mengobati penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer, Parkinson, Huntington, dan Motor Neuron Disease (MND).

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD20 Agustus 2026
Keperawatan Komunitas

Kebiasaan Otomatis Perawat dalam Mendeteksi Penurunan Kondisi Pasien: Pelajaran Penting untuk Keperawatan Komunitas

Sebuah studi internasional terbaru mengungkap bahwa perawat bangsal rumah sakit sering mengandalkan kebiasaan otomatis saat mengenali dan merespons penurunan kondisi klinis pasien. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi keperawatan komunitas, di mana perawat komunitas dan perawat home care juga perlu mewaspadai pola kebiasaan yang dapat menghambat deteksi dini perubahan status kesehatan pasien di lingkungan rumah.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep19 Agustus 2026
Manajemen Kesehatan

Lonjakan Kasus Keracunan Kratom di AS Mencapai 6.500 Persen dalam Satu Dekade

Penggunaan kratom dan risiko kesehatan serius yang menyertainya melonjak drastis di Amerika Serikat dalam sepuluh tahun terakhir. Data dari pusat kendali racun menunjukkan lonjakan kasus dari hanya 19 laporan pada tahun 2010 menjadi lebih dari 1.200 kasus pada tahun 2023. Para peneliti memperingatkan bahwa kratom dapat memicu kejang, gangguan irama jantung, kerusakan hati, dan masalah pernapasan, terutama jika dikombinasikan dengan obat-obatan lain.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD19 Agustus 2026
Biomolekuler

Makrofag: Kunci Sukses Membangun Jaringan Pembuluh Darah Baru dalam Terapi Sel Punca

Keberhasilan terapi regeneratif dan transplantasi sel punca sangat bergantung pada kemampuan membangun jaringan pembuluh darah baru. Penelitian terbaru menyoroti peran krusial sel imun yang disebut makrofag, yang ternyata tidak hanya bertugas melawan infeksi, tetapi juga berperan sebagai "mandor proyek" yang mengatur pertumbuhan pembuluh darah. Menggabungkan pemahaman tentang biologi makrofag dengan teknik rekayasa jaringan modern membuka jalan baru untuk memecahkan masalah utama dalam pengobatan regeneratif.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD18 Agustus 2026
Kedokteran Klinis

Ilmuwan Ungkap Alasan Berjalan Kaki Semakin Berat Seiring Bertambahnya Usia

Seiring bertambahnya usia, tubuh tampaknya mengorbankan efisiensi berjalan demi stabilitas. Orang lanjut usia cenderung mengunci pergelangan kaki lebih kaku saat melangkah, sebuah mekanisme yang mungkin membantu mencegah jatuh namun membuat otot bekerja lebih keras dengan hasil gerakan maju yang lebih sedikit. Akibatnya, langkah menjadi lebih pendek, kecepatan menurun, dan kelelahan lebih cepat datang.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD18 Agustus 2026
Keperawatan Komunitas

Masa Depan Penjadwalan Perawat: Bagaimana Kecerdasan Buatan Mendukung Asuhan Keperawatan Komunitas yang Lebih Efektif

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam International Journal of Nursing Studies mengupas tuntas bagaimana kecerdasan buatan (AI) dapat digunakan untuk menjadwalkan perawat. Kajian ini mengidentifikasi fitur fungsional dan hasil empiris dari sistem AI, yang membawa implikasi besar bagi efisiensi dan kualitas asuhan keperawatan berbasis komunitas. Teknologi ini berpotensi meringankan beban administratif sehingga perawat komunitas bisa lebih fokus pada promosi kesehatan dan perawatan keluarga.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep17 Agustus 2026
Manajemen Kesehatan

Obat Jantung Murah Mereduksi Rawat Inap Pasien Gagal Jantung Sebesar 25 Persen

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa digoksin dosis rendah, obat gagal jantung yang telah digunakan sejak berabad-abad lalu dengan biaya kurang dari sepuluh sen dolar AS per hari, mampu menekan angka rawat inap pasien gagal jantung hingga seperempatnya. Temuan ini membuka peluang bagi digoksin untuk kembali menjadi andalan dalam penanganan gagal jantung.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD17 Agustus 2026
Biomolekuler

Revolusi AI dalam Model Sel Punca: Dari Piksel ke Pola

Kecerdasan buatan (AI) kini mengubah cara ilmuwan menganalisis model turunan sel punca, dari gambar mikroskopis mentah hingga pola biologis yang bermakna. Teknologi ini mempercepat identifikasi diferensiasi sel, deteksi abnormalitas, dan pemahaman mekanisme penyakit. Terobosan ini membuka jalan bagi terapi regeneratif yang lebih presisi dan efisien.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD16 Agustus 2026
Kedokteran Klinis

Kenaikan Karbon Dioksida di Atmosfer Terekam dalam Darah Manusia: Kadar Bikarbonat Naik 7%

Kenaikan kadar karbon dioksida di atmosfer ternyata meninggalkan jejak yang terukur di dalam tubuh manusia. Analisis data kesehatan Amerika Serikat selama lebih dari dua dekade menunjukkan peningkatan kadar bikarbonat dalam darah sekitar 7% sejak 1999, sementara kadar kalsium dan fosfor menurun. Perubahan ini berkorelasi erat dengan peningkatan konsentrasi CO₂ di udara.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD16 Agustus 2026
Keperawatan Komunitas

Skor Peringatan Dini sebagai Penanda Kebutuhan Jam Perawat: Implikasi bagi Asuhan Keperawatan Komunitas

Sebuah studi terbaru dalam International Journal of Nursing Studies mengungkapkan bahwa skor peringatan dini (early warning scores) pada pasien rawat inap di bangsal umum dapat menjadi indikator yang andal untuk menentukan jumlah jam perawatan yang dibutuhkan. Temuan ini membuka peluang bagi perawat komunitas untuk mengadaptasi sistem serupa dalam memantau kondisi pasien di rumah dan merencanakan kunjungan perawatan secara lebih efisien. Dengan demikian, pendekatan berbasis data ini dapat meningkatkan kualitas asuhan keperawatan berbasis komunitas serta mendukung promosi kesehatan di lingkungan rumah.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep15 Agustus 2026
Keperawatan Komunitas

Mahkamah Agung Italia Perkuat Tanggung Jawab Hukum Perawat dalam Kasus Kelalaian Perawatan di Komunitas

Sebuah studi analisis dokumen kualitatif yang diterbitkan dalam International Journal of Nursing Studies mengungkapkan bahwa Mahkamah Agung Italia menguatkan vonis terhadap perawat yang terbukti lalai dalam memberikan asuhan. Putusan ini menyoroti standar tanggung jawab hukum yang tinggi bagi perawat komunitas, terutama dalam konteks perawatan di rumah (home care) dan asuhan keperawatan berbasis masyarakat. Temuan ini memberikan pelajaran penting bagi praktik keperawatan komunitas di Indonesia dalam meningkatkan dokumentasi dan kepatuhan pada standar asuhan.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep15 Agustus 2026
Biomolekuler

Terobosan Baru MS: Kombinasi Sel Punca dan Obat Oral Tingkatkan Regenerasi Saraf

Sebuah studi terbaru menemukan bahwa kombinasi obat oral Ponesimod dengan sel punca epitel amnion (amniotic epithelial stem cells) mampu memperbaiki kerusakan saraf pada model hewan multiple sclerosis (MS) secara lebih efektif dibandingkan terapi tunggal. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi peradangan, tetapi juga mendorong regenerasi selubung myelin yang melindungi serabut saraf. Temuan ini membuka jalan baru bagi pengembangan terapi berbasis sel punca untuk penyakit neurodegeneratif.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD14 Agustus 2026
Kedokteran Klinis

Vitiligo: Bukan Sekadar Masalah Kosmetik, Melainkan Luka Sosial yang Tak Terlihat

Vitiligo sering dianggap sebagai kondisi kulit yang hanya memengaruhi penampilan. Namun, penyakit autoimun ini membawa beban ganda: penderita tidak hanya berjuang melawan perubahan fisik akibat hilangnya pigmen kulit, tetapi juga menghadapi stigma sosial yang mendalam. Akar kata "vitiligo" sendiri berasal dari bahasa Latin "vitium" yang berarti cacat atau noda, mencerminkan bagaimana penyakit ini telah lama dipersepsikan secara negatif oleh masyarakat.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD14 Agustus 2026
Keperawatan Komunitas

Perawat Garda Depan: Program Serah Terima Pasien Berbasis Komunitas Terbukti Tekan Risiko Insiden Medis

Sebuah studi eksperimental berskala besar yang diterbitkan dalam International Journal of Nursing Studies menguji efektivitas program komunikasi serah terima pasien yang dipimpin oleh perawat. Hasilnya menunjukkan bahwa intervensi terstruktur ini secara signifikan mampu menurunkan angka kejadian efek samping pada pasien di rumah sakit. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan standar komunikasi dalam keperawatan komunitas, khususnya saat perawat melakukan transisi perawatan dari rumah sakit ke rumah pasien.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep13 Agustus 2026
Manajemen Kesehatan

Gelombang Panas Laut: Ancaman Baru bagi Kesehatan Manusia yang Jarang Disadari

Gelombang panas laut yang semakin sering terjadi tidak hanya merusak terumbu karang dan perikanan, tetapi juga mengancam kesehatan dan kesejahteraan manusia. Para peneliti memperingatkan bahwa lautan yang luar biasa panas dapat memicu badai yang lebih kuat, memicu ledakan alga berbahaya, mengurangi pasokan makanan laut, mengganggu mata pencaharian, serta memicu kecemasan, kesedihan, dan depresi pada masyarakat pesisir.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD13 Agustus 2026
Biomolekuler

Kompleks Protein Top2a dan Trim28: Kunci Pengatur Sifat “Kegeniusan” Sel Punca Embrionik dan Awal Mula Kanker

Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa dua protein, Top2a dan Trim28, bekerja sama membentuk kompleks untuk mengatur “stemness” atau sifat keibuan sel punca embrionik. Penemuan ini tidak hanya menjelaskan bagaimana sel punca mempertahankan kemampuan uniknya untuk berubah menjadi berbagai jenis sel, tetapi juga menunjukkan bagaimana mekanisme serupa dapat memicu pertumbuhan tumor. Riset ini membuka potensi baru untuk memahami terapi regeneratif dan kanker dari sudut pandang molekuler yang lebih dalam.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD12 Agustus 2026
Kedokteran Klinis

Transplantasi Sel Punca Kini Jadi Standar Baru Perawatan Limfoma Primer Sistem Saraf Pusat

Limfoma primer sistem saraf pusat (PCNSL) kini memiliki pendekatan perawatan yang lebih jelas. Setelah kemoterapi awal berbasis metotreksat dosis tinggi berhasil meredakan tumor, langkah selanjutnya adalah terapi konsolidasi untuk mencegah kekambuhan. Sebuah komentar terbaru di jurnal The Lancet menegaskan bahwa transplantasi sel punca (autologous stem-cell transplantation/ASCT) kini menjadi pilihan standar untuk konsolidasi pasien PCNSL yang responsif terhadap pengobatan awal.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD12 Agustus 2026
Keperawatan Komunitas

Perawat Komunitas Berperan Kunci dalam Kesuksesan Pemulihan Pascaoperasi Kanker: Bukti dari Meta-Analisis Terbaru

Sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam International Journal of Nursing Studies menemukan bahwa program Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) secara signifikan mempercepat pemulihan dan mengurangi komplikasi pada pasien kanker. Temuan ini membuka peluang besar bagi perawat komunitas untuk memperluas peran mereka dalam memberikan asuhan keperawatan lanjutan di rumah, memastikan transisi perawatan yang mulus dari rumah sakit ke komunitas.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep11 Agustus 2026
Keperawatan Komunitas

Konsep Baru De-Eskalasi dalam Perawatan Kesehatan Mental: Peran Vital Perawat Komunitas

Sebuah penelitian kualitatif terbaru yang diterbitkan dalam International Journal of Nursing Studies mengusulkan rekonceptualisasi de-eskalasi dalam perawatan kesehatan mental. Temuan ini menekankan bahwa de-eskalasi bukan sekadar teknik pengendalian krisis, melainkan proses relasional yang berpusat pada pasien dan konteks komunitas. Bagi perawat komunitas, pemahaman baru ini sangat relevan karena mereka kerap menjadi ujung tombak penanganan pasien gangguan jiwa di lingkungan rumah dan masyarakat.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep11 Agustus 2026
Biomolekuler

Imunitas Terlatih yang Keliru: Pemicu Penuaan pada Sel Punca Darah

Sebuah studi baru mengungkap bahwa sistem kekebalan tubuh yang "terlatih" secara keliru dapat menjadi pendorong utama proses penuaan peradangan (inflammaging) pada sel punca hematopoietik. Temuan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana stres dan infeksi berulang di masa lalu dapat meninggalkan jejak permanen yang mempercepat penuaan sistem darah dan imun.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD10 Agustus 2026
Kedokteran Klinis

Ralinepag: Langkah Maju dalam Penanganan Hipertensi Arteri Pulmonal

Dalam beberapa dekade terakhir, pengobatan hipertensi arteri pulmonal (PAH) mengalami kemajuan pesat dengan banyaknya obat yang disetujui untuk mengelola kondisi yang serius ini. Namun, angka kematian global masih tinggi dan diperlukan terapi yang lebih efektif serta dapat ditoleransi dengan baik. Sebuah komentar terbaru di jurnal The Lancet menyoroti potensi Ralinepag sebagai langkah maju dalam terapi PAH.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD10 Agustus 2026
Keperawatan Komunitas

Ketidakpatuhan terhadap Bundel ABCDEF di ICU: Pelajaran Berharga bagi Perawat Komunitas dalam Mencegah Missed Care

Sebuah studi longitudinal retrospektif yang diterbitkan di International Journal of Nursing Studies mengungkapkan bahwa ketidakpatuhan terhadap bundel ABCDEF di unit perawatan intensif (ICU) merupakan indikator kuat terjadinya missed care. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi keperawatan komunitas, di mana kepatuhan terhadap protokol perawatan terpadu—baik di rumah sakit maupun di rumah—sangat menentukan keselamatan dan kualitas hidup pasien. Perawat komunitas dapat belajar dari pendekatan ini untuk mengidentifikasi dan mencegah celah perawatan pada pasien yang dirawat di rumah.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep9 Agustus 2026
Keperawatan Komunitas

Dorongan Digital untuk Kesehatan Jantung: Tinjauan Peran Perawat Komunitas dalam Mendorong Perubahan Perilaku

Sebuah studi terbaru dalam International Journal of Nursing Studies meninjau penggunaan "dorongan digital" (digital nudges) untuk meningkatkan kesehatan kardiovaskular melalui lensa teori proses ganda. Temuan ini membuka peluang bagi perawat komunitas untuk merancang intervensi berbasis teknologi yang sederhana namun efektif, seperti pengingat otomatis atau penyesuaian pengaturan default, guna membantu pasien dan keluarga mengadopsi gaya hidup sehat di rumah maupun di komunitas. Artikel ini mengaitkan konsep tersebut dengan praktik keperawatan komunitas, termasuk asuhan keperawatan keluarga dan promosi kesehatan berbasis masyarakat.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep9 Agustus 2026
Biomolekuler

Lapisan Germinal: Landasan Takdir Terapi Sel Punca Mesenkimal

Artikel ini mengupas peran fundamental lapisan germinal—ektoderm, mesoderm, dan endoderm—dalam menentukan potensi terapi sel punca mesenkimal (MSC). Pemahaman tentang asal-usul MSC dari lapisan germinal tertentu dapat membantu memprediksi dan mengoptimalkan efektivitasnya dalam pengobatan regeneratif.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD8 Agustus 2026
Kedokteran Klinis

Darurat Kebakaran Hutan di Eropa: Ancaman Kesehatan Akibat Perubahan Iklim

Eropa saat ini dilanda kebakaran hutan hebat yang melanda Prancis dan Spanyol, menghanguskan ratusan mil persegi lahan dan memaksa evakuasi 330.000 orang. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut situasi ini sebagai krisis terparah sejak Perang Dunia II. Perubahan iklim menjadi pemicu utama gelombang panas ekstrem yang mengubah kawasan tersebut menjadi rawan api.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD8 Agustus 2026
Keperawatan Komunitas

Metode RRITA: Terobosan Analisis Tematik Cepat untuk Perawat Komunitas dalam Memahami Kebutuhan Klien

Sebuah studi baru dalam International Journal of Nursing Studies memperkenalkan RRITA (Rapid, Reflexive, Integrated Approach to Thematic Analysis), metode analisis tematik cepat dan reflektif yang dirancang khusus untuk riset keperawatan. Bagi perawat komunitas, pendekatan ini dapat mempercepat pemahaman mendalam terhadap data kualitatif, seperti wawancara dengan keluarga pasien atau catatan home care, sehingga intervensi keperawatan berbasis komunitas menjadi lebih tepat sasaran dan responsif.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep7 Agustus 2026
Manajemen Kesehatan

Krisis Ginjal Senyap Menyebar Lebih Cepat dari Dugaan, Hampir 800 Juta Orang Terdampak

Sebuah studi global besar-besaran mengungkap bahwa penyakit ginjal kronik kini memengaruhi hampir 800 juta orang di seluruh dunia dan telah menjadi salah satu penyebab utama kematian global. Kondisi ini sering tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga dijuluki "krisis senyap". Selain itu, penyakit ini juga menjadi faktor risiko besar bagi penyakit jantung dan diperkirakan jumlah kasus sebenarnya bisa jauh lebih tinggi dari data saat ini.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD7 Agustus 2026
Biomolekuler

Keanekaragaman Sel Punca Tulang Tengkorak Menentukan Keberhasilan Regenerasi Tulang

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa sel punca kerangka tulang tengkorak manusia memiliki keragaman regional yang signifikan. Keragaman ini secara langsung memengaruhi efektivitas terapi regenerasi tulang menggunakan protein morfogenetik tulang (BMP-2), sehingga membuka jalan bagi pendekatan pengobatan yang lebih personal dalam regenerasi tulang kranial.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD6 Agustus 2026
Kedokteran Klinis

Satu Dekade Kemajuan dalam Penanganan Amiloidosis: Dari Penyakit Mematikan Menuju Harapan Baru

Amiloidosis, sekelompok penyakit langka yang ditandai oleh penumpukan protein abnormal di jaringan tubuh, dulunya dianggap sebagai kondisi yang cepat berakibat fatal dengan pilihan pengobatan yang sangat terbatas. Namun, dalam satu dekade terakhir, kemajuan signifikan telah dicapai, terutama sejak tahun 2018, dengan disetujuinya beberapa terapi baru. Hasilnya, untuk beberapa subtipe amiloidosis, perkiraan angka harapan hidup 10 tahun meningkat drastis dari sekitar 5% menjadi 20%.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD6 Agustus 2026
Keperawatan Komunitas

Terapi Perilaku Kognitif untuk Mengurangi Stres Ibu Hamil – Peran Perawat Komunitas dalam Intervensi Berbasis Bukti

Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis terbaru yang diterbitkan dalam International Journal of Nursing Studies mengonfirmasi bahwa intervensi berbasis terapi perilaku kognitif (CBT) efektif menurunkan tingkat stres pada ibu hamil. Temuan ini membuka peluang bagi perawat komunitas untuk mengintegrasikan teknik CBT dalam asuhan keperawatan keluarga dan home care, sehingga dapat memperkuat promosi kesehatan mental ibu hamil di komunitas.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep5 Agustus 2026
Manajemen Kesehatan

Usia Paruh Baya di Amerika Serikat: Titik Puncak Krisis Kesehatan Mental dan Fisik

Sebuah studi internasional terbaru mengungkap bahwa generasi paruh baya di Amerika Serikat saat ini mengalami tingkat kesepian, depresi, serta penurunan daya ingat dan kesehatan yang lebih buruk dibandingkan generasi sebelumnya. Para peneliti menilai tekanan finansial yang meningkat, lemahnya dukungan sosial, dan stres kronis menjadi faktor utama yang membuat Amerika Serikat tertinggal dari negara-negara maju lainnya dalam hal kesejahteraan penduduk.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD5 Agustus 2026
Biomolekuler

Menguak Peran Elemen Transposable dalam Sel Punca Dewasa: Potensi Baru untuk Kedokteran Regeneratif

Sebuah studi terbaru mengungkapkan lanskap dan plastisitas ekspresi elemen transposable—segmen DNA yang bisa 'melompat'—dalam sel punca dewasa yang memiliki signifikansi fisiologis dan klinis tinggi. Temuan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana elemen transposable berkontribusi pada identitas dan fungsi sel punca, serta potensinya dalam pengembangan terapi regeneratif berbasis sel punca.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD4 Agustus 2026
Kedokteran Klinis

Otak Manusia Ternyata Terprogram untuk Kembali ke Berat Badan Semula

Penurunan berat badan bukan sekadar ujian tekad. Penelitian terbaru mengungkap bahwa otak manusia telah berevolusi untuk melindungi cadangan lemak tubuh saat masa kekurangan pangan, sehingga memperlakukan berat badan yang lebih tinggi sebelumnya sebagai "normal baru". Akibatnya, setelah berat badan turun, otak memicu rasa lapar yang lebih kuat, keinginan makan berlebihan, dan penurunan penggunaan energi, yang menjelaskan mengapa banyak orang kembali gemuk setelah berdiet.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD4 Agustus 2026
Keperawatan Komunitas

Sepuluh Tahun Perawatan Fundamental Berpusat pada Pasien: Refleksi untuk Praktik Keperawatan Komunitas

Sebuah studi retrospektif yang diterbitkan dalam International Journal of Nursing Studies mengevaluasi sejauh mana penerapan perawatan fundamental yang berpusat pada pasien selama satu dekade terakhir. Temuan menunjukkan bahwa meskipun ada kemajuan konseptual, kesenjangan antara teori dan praktik masih signifikan, terutama dalam konteks perawatan di komunitas. Artikel ini menyoroti pentingnya peran perawat komunitas dalam menghidupkan prinsip perawatan fundamental melalui asuhan keluarga, home care, dan promosi kesehatan.

Dr. Ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep3 Agustus 2026
Manajemen Kesehatan

Sebagian Besar Pasien yang Berhenti Minum Obat GLP-1 seperti Ozempic Akhirnya Kembali ke Pengobatan

Penelitian terbaru mengungkap bahwa banyak pasien diabetes tipe 2 yang menggunakan obat golongan GLP-1 (seperti Ozempic, Victoza, atau tirzepatide) berhenti meminumnya dalam beberapa waktu. Namun, cukup mengejutkan, sebagian besar dari mereka akhirnya kembali menjalani terapi. Temuan ini menunjukkan bahwa obat-obatan generasi baru mampu mempertahankan kepatuhan pasien lebih lama, meskipun efek samping masih menjadi alasan utama penghentian pengobatan.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD3 Agustus 2026
Biomolekuler

Penuaan Niche Sel Punca Saraf: Ketika Sinyal dari Otot Ikut Menentukan Nasib Regenerasi Otak

Penelitian terbaru mengungkap bahwa proses penuaan tidak hanya memengaruhi sel punca saraf secara lokal, tetapi juga dipengaruhi oleh sinyal dari otot yang menua. Integrasi sinyal lokal dan sistemik dari otot ini membuka wawasan baru dalam pengembangan terapi regeneratif untuk penyakit neurodegeneratif. Temuan ini menjadi jembatan penting antara riset dasar sel punca dan aplikasi klinis di masa depan.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD2 Agustus 2026
Kedokteran Klinis

Konsumsi Satu Alpukat Sehari Bantu Turunkan Risiko Penyakit Jantung pada Penderita Obesitas

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi satu buah alpukat setiap hari dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung pada orang dewasa dengan obesitas. Efek perlindungan ini dicapai melalui penurunan jumlah partikel LDL (kolesterol jahat) dalam darah. Setelah enam bulan, penurunan tersebut diperkirakan setara dengan pengurangan risiko kardiovaskular sebesar empat persen.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD2 Agustus 2026
Keperawatan Komunitas

Perawat Komunitas di Negara Non-Praktik Perlu Bekal Pengetahuan dan Pelatihan tentang Female Genital Mutilation

Sebuah tinjauan literatur terbaru yang dimuat dalam International Journal of Nursing Studies mengungkap bahwa tenaga kesehatan profesional di negara-negara yang tidak mempraktikkan Female Genital Mutilation (FGM) masih memiliki pengetahuan yang terbatas dan sikap yang beragam terhadap praktik ini. Temuan ini menekankan perlunya program pelatihan khusus bagi perawat komunitas agar mampu memberikan asuhan yang kompeten dan peka budaya kepada perempuan yang berisiko atau telah menjalani FGM.

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep1 Agustus 2026
Manajemen Kesehatan

Waspada! Delapan Bahan Pengawet Umum Ini Terkait dengan Hipertensi dan Penyakit Jantung

Sebuah studi berskala besar yang melibatkan lebih dari 112.000 orang menemukan bahwa konsumsi bahan pengawet tertentu dalam makanan sehari-hari dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular. Penelitian yang memantau partisipan hingga delapan tahun ini mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi jumlah tertinggi bahan pengawet tersebut memiliki risiko lebih besar terkena hipertensi, serangan jantung, dan stroke.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD1 Agustus 2026
Biomolekuler

Lingkungan Mikro Inang Kunci Keberhasilan Terapi Sel Punca untuk Penyakit Tulang Rapuh

Penelitian terbaru mengungkap bahwa modifikasi lingkungan mikro di dalam tubuh penerima sangat menentukan keberhasilan terapi sel punca untuk osteogenesis imperfecta, atau penyakit tulang rapuh. Tanpa penyesuaian ini, sel punca yang ditransplantasikan sulit bertahan dan membentuk jaringan tulang baru. Temuan ini membuka jalan bagi pengembangan terapi regeneratif yang lebih efektif.

dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infec.Dis., PhD31 Juli 2026