Malayan SaintifikaCourseeJournalMedia
M
Malayan Media
Medical Science & Biomolecular
Cari
BerandaCariTentang
← Beranda
Keperawatan Komunitas

Perawat sebagai Mitra Pengambil Keputusan: Meningkatkan Peran Keperawatan Komunitas melalui Kolaborasi dengan Pasien

Dr. Ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep18 Juli 2026Keperawatan Komunitas

Sebuah studi terbaru dari International Journal of Nursing Studies mengupas secara mendalam bagaimana perawat dapat memimpin proses pengambilan keputusan bersama (shared decision making) dengan pasien. Temuan ini sangat relevan bagi keperawatan komunitas, di mana perawat tidak hanya menjadi pemberi asuhan, tetapi juga fasilitator yang memberdayakan pasien dan keluarga dalam merencanakan perawatan di rumah dan di komunitas. Artikel ini akan mengaitkan hasil studi tersebut dengan praktik keperawatan komunitas sehari-hari.

PerawatsebagaiMitraPengambilKeputusan
Dalam dunia keperawatan komunitas, perawat sering kali menjadi garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan pasien dan keluarganya di lingkungan rumah atau puskesmas. Hubungan yang erat ini menuntut perawat untuk tidak hanya memberikan instruksi medis, tetapi juga menjadi mitra diskusi yang setara. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di International Journal of Nursing Studies pada Oktober 2026 mengkaji secara sistematis bagaimana perawat dapat memimpin proses shared decision making (SDM) atau pengambilan keputusan bersama dengan pasien. Meskipun studi ini bersifat global, prinsip-prinsip di dalamnya memiliki implikasi yang sangat kuat terhadap praktik keperawatan komunitas di Indonesia. Konsep SDM adalah proses kolaboratif di mana perawat dan pasien bersama-sama mempertimbangkan bukti ilmiah, pilihan perawatan, serta nilai dan preferensi pribadi pasien. Dalam konteks keperawatan komunitas, hal ini menjadi krusial. Misalnya, saat merawat lansia dengan diabetes di rumah, perawat tidak bisa begitu saja memutuskan jadwal suntik insulin. Sebaliknya, perawat perlu mendiskusikan dengan pasien dan keluarganya tentang rutinitas harian, kemampuan finansial, dan dukungan yang tersedia. Dengan melibatkan pasien dalam setiap keputusan, rasa kepemilikan terhadap rencana perawatan meningkat, sehingga kepatuhan dan hasil kesehatan pun lebih optimal. Studi yang dipimpin oleh Jeanette Finderup dan koleganya ini menekankan bahwa peran perawat sebagai pemimpin dalam SDM bukanlah sekadar memberi informasi, melainkan juga memfasilitasi dialog yang terbuka. Dalam keperawatan keluarga, misalnya, perawat sering dihadapkan pada situasi sulit seperti menentukan apakah seorang pasien stroke perlu dirawat di rumah atau dipindahkan ke fasilitas rehabilitasi. Di sinilah perawat komunitas berperan sebagai jembatan antara keinginan keluarga, kondisi klinis pasien, dan ketersediaan sumber daya. Perawat harus mampu menyajikan pilihan secara seimbang dan mendampingi keluarga dalam proses pengambilan keputusan yang sering kali penuh emosi. Lebih lanjut, studi ini juga menyoroti pentingnya pelatihan bagi perawat dalam keterampilan komunikasi dan etika. Dalam konteks home care, perawat yang terlatih dalam SDM akan lebih peka terhadap isyarat nonverbal pasien yang mungkin tidak bisa bicara atau memiliki keterbatasan kognitif. Mereka juga lebih mampu mengelola konflik ketika anggota keluarga memiliki pendapat berbeda. Ini menunjukkan bahwa SDM bukan hanya tentang hak pasien, tetapi juga tentang kualitas asuhan keperawatan itu sendiri. Dari perspektif promosi kesehatan komunitas, SDM juga menjadi alat yang ampuh. Saat perawat mengadakan penyuluhan di posyandu atau puskesmas, pendekatan SDM mengubah penyuluhan dari sekadar ceramah menjadi diskusi partisipatif. Perawat tidak lagi menjadi satu-satunya ahli, melainkan mitra yang membantu masyarakat menemukan solusi kesehatan yang paling sesuai dengan budaya dan gaya hidup mereka. Hal ini sejalan dengan prinsip keperawatan kesehatan masyarakat yang menekankan pemberdayaan. Kesimpulannya, temuan dari studi skoping ini menegaskan bahwa perawat komunitas memiliki posisi strategis untuk mengimplementasikan pengambilan keputusan bersama. Dengan mengintegrasikan SDM ke dalam asuhan keperawatan berbasis komunitas, perawat tidak hanya meningkatkan kualitas hidup pasien, tetapi juga memperkuat peran profesional mereka sebagai advokat dan mitra sejati bagi pasien dan keluarga.
Bagikan artikel ini

Referensi

  1. Nurse-led shared decision making with patients: A scoping review. ScienceDirect Publication: International Journal of Nursing Studies. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0020748926003068?dgcid=rss_sd_all