Malayan SaintifikaCourseeJournalMedia
M
Malayan Media
Medical Science & Biomolecular
Cari
BerandaCariTentang
← Beranda
Sorotan Riset

Gawai dan Anak Prasekolah: Seberapa Paham Orang Tua Akan Dampaknya?

Redaksi Malayan Media17 Juli 2026Sorotan Riset

Sebuah studi di Malang mengungkap tingkat pengetahuan orang tua tentang dampak penggunaan gawai pada anak usia prasekolah. Hasilnya menunjukkan bahwa separuh dari orang tua memiliki pengetahuan yang baik, namun hampir sepertiga lainnya masih berada pada kategori cukup, dan sebagian kecil lainnya masih kurang. Temuan ini menjadi pengingat akan pentingnya peningkatan literasi digital bagi orang tua.

Sorotan Riset · Peer-review

Artikel ini ringkasan populer dari riset peer-review di Medical Nursing Journal. Untuk metode, data, dan hasil lengkapnya, baca artikel aslinya.

Baca artikel peer-review lengkap di eJournal →
knowledgeparentdevicepre-school
Di era modern ini, teknologi informasi dan komunikasi berkembang dengan sangat pesat. Salah satu wujudnya adalah kehadiran gawai, yang tak bisa dipungkiri membawa dampak positif maupun negatif bagi penggunanya, termasuk anak-anak usia prasekolah. Pertanyaan besarnya, sejauh mana para orang tua memahami dampak tersebut? Sebuah penelitian terbaru yang dimuat dalam Medical Nursing Journal mencoba menjawab pertanyaan ini. Studi yang dilakukan di RA/BA/TA Ridwanushsholihin, Lowokwaru, Malang, ini secara spesifik melihat tingkat pengetahuan orang tua mengenai dampak penggunaan gawai pada anak-anak mereka yang masih duduk di bangku playgroup, TK A, dan TK B. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan melibatkan seluruh orang tua murid di sekolah tersebut, yaitu sebanyak 85 orang tua. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur seberapa baik pemahaman mereka tentang topik ini. Hasilnya cukup menarik. Separuh dari total responden, tepatnya 50,6% atau 43 orang tua, ternyata memiliki pengetahuan yang baik. Ini adalah kabar positif, menunjukkan bahwa sebagian orang tua sudah cukup sadar akan potensi risiko dan manfaat gawai. Namun, hampir setengah dari jumlah tersebut, yaitu 30,6% atau 26 orang tua, masih berada pada kategori pengetahuan yang cukup. Ini artinya pemahaman mereka belum optimal dan masih perlu diperkuat. Lebih memprihatinkan lagi, sebagian kecil lainnya, yaitu 18,8% atau 16 orang tua, masih memiliki pengetahuan yang kurang. Temuan ini sangat relevan bagi praktik pengasuhan sehari-hari. Di satu sisi, kesadaran yang baik dari separuh orang tua patut diapresiasi. Di sisi lain, masih adanya orang tua dengan pengetahuan yang cukup dan kurang menunjukkan adanya celah informasi yang perlu segera diisi. Kurangnya pemahaman ini bisa berakibat pada penggunaan gawai yang tidak terkontrol, yang berpotensi memicu masalah seperti gangguan tidur, keterlambatan bicara, hingga kecanduan layar pada anak. Para peneliti menekankan perlunya motivasi dan upaya untuk meningkatkan pengetahuan orang tua. Tujuannya jelas: agar ke depannya, para orang tua dapat lebih bijak dan waspada saat memberikan gawai kepada anak-anak mereka. Ini bukan hanya soal melarang, melainkan tentang pendampingan yang tepat, pengaturan waktu, dan pemilihan konten yang sesuai dengan usia anak. Untuk memahami lebih dalam metodologi, data, dan implikasi dari penelitian ini, kami sangat mendorong pembaca untuk mengakses dan membaca langsung artikel peer-review berjudul “Pengetahuan Orang Tua Tentang Dampak Penggunaan Gawai Pada Anak Usia Pra Sekolah” karya Solikah, dkk. yang dimuat dalam Medical Nursing Journal. Informasi yang lebih lengkap akan membantu Anda mengambil langkah yang lebih tepat dalam mendampingi tumbuh kembang anak di era digital.
Bagikan artikel ini

Referensi

  1. Solikah, Ida Maratus, Hastuti, Apriyani Puji, Koesrini, Juliati (2025). Pengetahuan Orang Tua Tentang Dampak Penggunaan Gawai Pada Anak Usia Pra Sekolah. Medical Nursing Journal. https://ejournal.malayansaintifika.id/index.php/mnja/article/view/5