Malayan SaintifikaCourseeJournalMedia
M
Malayan Media
Medical Science & Biomolecular
Cari
BerandaCariTentang
← Beranda
Sorotan Riset

Sanitasi dan Perilaku Hidup Bersih: Kunci Mencegah Diare di Wilayah Pesisir Halmahera Selatan

Redaksi Malayan Media17 Juli 2026Sorotan Riset

Sebuah studi di wilayah kerja Puskesmas Laiwui, Halmahera Selatan, menemukan bahwa hampir empat dari sepuluh warga pernah mengalami diare. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa sumber air bersih, kepemilikan jamban, kebiasaan cuci tangan pakai sabun, serta pengelolaan air dan makanan secara signifikan memengaruhi angka kejadian diare di wilayah tersebut.

Sorotan Riset · Peer-review

Artikel ini ringkasan populer dari riset peer-review di Medical Nursing Journal. Untuk metode, data, dan hasil lengkapnya, baca artikel aslinya.

Baca artikel peer-review lengkap di eJournal →
diarrheaenviromental factorhygiene behaviorsanitationprimary health care
Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius, terutama di daerah pesisir dan kepulauan. Keterbatasan akses terhadap air bersih, sanitasi yang buruk, serta praktik kebersihan yang belum optimal menjadi faktor utama penyebabnya. Untuk memahami situasi ini lebih dalam, sebuah tim peneliti melakukan studi di wilayah kerja Puskesmas Laiwui, Kabupaten Halmahera Selatan. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 120 responden dipilih secara purposif untuk diwawancarai menggunakan kuesioner terstruktur. Data yang dikumpulkan mencakup sumber air bersih, kepemilikan jamban, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, serta cara mengelola air dan makanan. Kejadian diare sendiri didefinisikan sebagai riwayat buang air besar cair sebanyak tiga kali atau lebih dalam 24 jam. Hasil studi menunjukkan bahwa 38,3 persen responden melaporkan pernah mengalami diare. Analisis statistik menggunakan uji Chi-square mengungkapkan bahwa seluruh faktor yang diteliti memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan kejadian diare. Sumber air bersih (p=0,001), kepemilikan jamban (p=0,000), kebiasaan cuci tangan pakai sabun (p=0,000), serta pengelolaan air dan makanan (p=0,000) semuanya terbukti berperan penting. Temuan ini menegaskan bahwa diare bukan sekadar masalah medis, melainkan cerminan dari kondisi lingkungan dan perilaku sehari-hari. Bagi masyarakat, hasil ini menjadi pengingat bahwa tindakan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, memastikan jamban yang layak, serta mengelola air minum dan makanan dengan benar dapat secara nyata menurunkan risiko terkena diare. Bagi tenaga kesehatan dan pembuat kebijakan, data ini mendorong perlunya penguatan program sanitasi dasar dan promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di wilayah pesisir. Untuk memahami lebih rinci metodologi dan data statistik lengkap dari penelitian ini, pembaca disarankan merujuk langsung pada artikel peer-review berjudul "Analysis Factor Influencing Diare Incident in Laiwui Public Health Center" yang diterbitkan di Medical Nursing Journal.
Bagikan artikel ini

Referensi

  1. La Canu, Sarima, Ristanto, Riki (2026). Analysis Factor Influencing Diare Incident in Laiwui Public Health Center. Medical Nursing Journal. https://ejournal.malayansaintifika.id/index.php/mnja/article/view/10