Malayan SaintifikaCourseeJournalMedia
M
Malayan Media
Medical Science & Biomolecular
Cari
BerandaCariTentang
← Beranda
Sorotan Riset

Posisi Kepala 30 Derajat: Langkah Sederhana yang Bantu Turunkan Tekanan Darah pada Pasien Stroke

Redaksi Malayan Media17 Juli 2026Sorotan Riset

Sebuah studi kasus yang dilakukan di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar, Malang, menguji efektivitas posisi kepala terangkat 30 derajat pada pasien stroke. Hasil pengamatan selama tiga hari menunjukkan bahwa intervensi ini mampu menurunkan tekanan darah dan mengurangi keluhan sakit kepala akibat peningkatan tekanan di dalam kepala. Temuan ini menawarkan teknik perawatan yang sederhana dan non-invasif untuk membantu pemulihan pasien stroke di ruang perawatan intensif.

Sorotan Riset · Peer-review

Artikel ini ringkasan populer dari riset peer-review di Medical Nursing Journal. Untuk metode, data, dan hasil lengkapnya, baca artikel aslinya.

Baca artikel peer-review lengkap di eJournal →
StrokeCerebrovascular Accident (CVA)Head-up 30 degreesIntracranial PressureStrokeCerebrovascular Accident (CVA)
Stroke tetap menjadi salah satu penyebab utama kecacatan di seluruh dunia. Kondisi ini terjadi ketika pasokan oksigen ke otak terganggu, baik karena penyumbatan maupun perdarahan pembuluh darah. Dampaknya tidak hanya pada fungsi otak, tetapi juga memicu gejala seperti hipoksia (kekurangan oksigen), gangguan tidur, dan yang paling kritis adalah peningkatan tekanan intrakranial—tekanan di dalam rongga tengkorak yang bisa memperburuk kerusakan otak. Di Ruang HCU Mahakam Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar Malang, seorang peneliti melakukan studi kasus terhadap dua pasien yang didiagnosis menderita Cerebrovascular Accident (CVA) atau stroke. Tujuannya sederhana: mengamati apakah mengangkat posisi kepala pasien sebesar 30 derajat dapat memberikan manfaat klinis. Intervensi ini dilakukan dua kali sehari, masing-masing selama 30 menit. Hasilnya menarik. Selama tiga hari evaluasi, kedua pasien menunjukkan penurunan tekanan darah. Pada Pasien 1, tekanan darah awal tercatat 189/100 mmHg. Setelah menjalani posisi kepala terangkat 30 derajat, tekanan darahnya turun menjadi 175/92 mmHg. Lebih dari itu, pasien juga melaporkan penurunan sakit kepala yang sebelumnya dirasakan. Sakit kepala ini merupakan indikasi langsung dari peningkatan tekanan intrakranial, sehingga penurunannya menjadi tanda bahwa intervensi ini bekerja. Peneliti menyimpulkan bahwa posisi kepala 30 derajat efektif membantu menurunkan tekanan intrakranial, yang tercermin dari penurunan tekanan darah sebagai indikator klinis penting. Temuan ini relevan bagi praktik keperawatan dan perawatan di rumah sakit, terutama bagi tenaga medis yang menangani pasien stroke akut. Alih-alih selalu mengandalkan obat-obatan, teknik pengaturan posisi tubuh yang sederhana dan murah ini bisa menjadi bagian dari protokol perawatan standar. Meskipun hasilnya positif, penting untuk diingat bahwa studi ini baru melibatkan dua responden. Temuan ini memberikan gambaran awal yang menjanjikan, namun belum bisa digeneralisasi. Untuk mengetahui efektivitas yang lebih pasti, diperlukan penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar dan metode yang lebih ketat. Bagi para pembaca yang tertarik mendalami detail metodologi dan data lengkap dari penelitian ini, sangat disarankan untuk membaca langsung artikel peer-review asli karya Raka Syahputra yang diterbitkan di Medical Nursing Journal. Artikel lengkapnya akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana posisi kepala 30 derajat dapat diterapkan dalam perawatan pasien stroke.
Bagikan artikel ini

Referensi

  1. Syahputra, Raka (2026). Application of 30-Degree Head Up Positioning for Stroke Patients with Intralranial Adaptive Capacity Decline in the HCU Mahakama Room of Dr. Saiful Anwar Regional General Hospital, Malang, East Java. Medical Nursing Journal. https://ejournal.malayansaintifika.id/index.php/mnja/article/view/13