Malayan SaintifikaCourseeJournalMedia
M
Malayan Media
Medical Science & Biomolecular
Cari
BerandaCariTentang
← Beranda
Sorotan Riset

Kesiapan Ibu Menyusui: Separuh Lebih Siap, Namun Masih Ada Tantangan

Redaksi Malayan Media17 Juli 2026Sorotan Riset

Sebuah studi deskriptif di Posyandu Dusun Pager Lor, Pasuruan, mengungkap bahwa mayoritas ibu (55%) menyatakan siap memberikan ASI eksklusif, namun hampir separuhnya (45%) belum siap. Ketidaksiapan ini dikaitkan dengan faktor usia, pendidikan, pekerjaan, dan akses informasi. Temuan ini menekankan perlunya edukasi dan dukungan menyeluruh—baik fisik maupun psikologis—untuk membantu ibu mencapai target menyusui eksklusif.

Sorotan Riset · Peer-review

Artikel ini ringkasan populer dari riset peer-review di Medical Nursing Journal. Untuk metode, data, dan hasil lengkapnya, baca artikel aslinya.

Baca artikel peer-review lengkap di eJournal →
motherreadinessexclusive breastfeeding
Memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi adalah standar emas nutrisi yang direkomendasikan oleh organisasi kesehatan global. Namun, di balik rekomendasi tersebut, terdapat kesiapan ibu yang menjadi kunci keberhasilan. Sebuah kajian terbaru yang dipublikasikan di Medical Nursing Journal menyoroti kesiapan ibu dalam menyusui eksklusif di Posyandu Dusun Pager Lor, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Penelitian yang dilakukan pada Maret–Juni 2023 ini melibatkan 20 ibu sebagai responden—seluruh populasi yang ada di posyandu tersebut. Menggunakan kuesioner sebagai alat ukur, para peneliti menggambarkan tingkat kesiapan ibu. Hasilnya menunjukkan bahwa 55% ibu tergolong siap memberikan ASI eksklusif, sementara 45% lainnya belum siap. Meski angka yang siap lebih besar, proporsi yang belum siap hampir setengahnya—sebuah temuan yang patut menjadi perhatian. Peneliti menyebutkan bahwa ketidaksiapan ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti usia ibu, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, serta informasi yang diterima selama masa kehamilan dan pasca persalinan. Faktor-faktor ini bukanlah sebab tunggal, melainkan saling terkait. Misalnya, ibu dengan pendidikan lebih rendah mungkin memiliki akses terbatas terhadap informasi tentang teknik menyusui yang benar, sementara ibu yang bekerja menghadapi kendala waktu dan fasilitas untuk memerah ASI. Apa yang membuat studi ini relevan bagi masyarakat? Temuan ini mengingatkan bahwa kesiapan menyusui tidak hanya soal niat, tetapi juga keterampilan dan dukungan. Peneliti menekankan pentingnya edukasi tentang manfaat ASI eksklusif serta teknik memerah ASI. Di sisi fisik, ibu perlu melakukan perawatan payudara dan memastikan asupan nutrisi yang cukup. Di sisi psikologis, dukungan dari keluarga, teman, dan lingkungan sekitar menjadi fondasi mental yang tak kalah penting. Dengan kata lain, kesiapan menyusui adalah tanggung jawab bersama—bukan hanya ibu. Keberadaan posyandu sebagai garda terdepan layanan kesehatan ibu dan anak dapat menjadi wadah strategis untuk memberikan edukasi dan pendampingan. Program seperti konseling menyusui atau kelas ibu hamil dapat disesuaikan untuk mengatasi faktor-faktor yang menghambat kesiapan, terutama bagi mereka yang belum siap. Bagi Anda yang tertarik memahami lebih dalam tentang metodologi penelitian ini, data lengkap, serta implikasi klinisnya, disarankan untuk membaca artikel peer-review asli berjudul "Mother's Readiness for Exclusive Breastfeeding" karya Rosa, Vony, Koesrini, Juliati, Zakaria, dan Amin yang terbit di Medical Nursing Journal. Di sana, Anda akan menemukan rincian analisis serta saran praktis yang dapat diterapkan di komunitas.
Bagikan artikel ini

Referensi

  1. Rosa, Vony, Koesrini, Juliati, Zakaria, Amin (2025). Mother's Readiness for Exclusive Breastfeeding. Medical Nursing Journal. https://ejournal.malayansaintifika.id/index.php/mnja/article/view/6