Malayan SaintifikaCourseeJournalMedia
M
Malayan Media
Medical Science & Biomolecular
Cari
BerandaCariTentang
← Beranda
Sorotan Riset

Senam Ergonomis: Terapi Sederhana untuk Lansia Hipertensi dan Nyeri Asam Urat

Redaksi Malayan Media17 Juli 2026Sorotan Riset

Sebuah studi kasus di Desa Karangnongko, Kabupaten Malang, meneliti manfaat senam ergonomis bagi lansia dengan gangguan mobilitas fisik. Terapi yang dilakukan selama enam hari ini menunjukkan potensi sebagai alternatif non-farmakologis untuk menurunkan tekanan darah dan mengurangi kelelahan. Temuan ini memberikan gambaran awal tentang intervensi sederhana yang dapat diterapkan di komunitas.

Sorotan Riset · Peer-review

Artikel ini ringkasan populer dari riset peer-review di Medical Nursing Journal. Untuk metode, data, dan hasil lengkapnya, baca artikel aslinya.

Baca artikel peer-review lengkap di eJournal →
Keywords: Elderly, Gout, Acute pain, Ergonomic Exercise Activity TherapyLansia, Gout, Nyeri akut, Terapi aktivitas senam ergonomik
Proses penuaan adalah fase biologis yang tak terhindarkan, membawa serta berbagai perubahan fisik. Kulit mulai keriput, rambut memutih, dan fungsi organ vital menurun. Salah satu dampak yang paling terasa adalah keterbatasan gerak, yang seringkali diperparah oleh kondisi seperti hipertensi dan artritis gout (radang sendi akibat asam urat). Di tengah tantangan ini, para perawat dan tenaga kesehatan terus mencari cara untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia. Sebuah laporan ilmiah dalam Medical Nursing Journal baru-baru ini menyoroti potensi dari pendekatan yang sederhana: senam ergonomis. Penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus ini melibatkan dua orang lansia di Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, yang memiliki masalah keperawatan berupa gangguan mobilitas fisik. Intervensi yang diberikan cukup terstruktur. Para peserta diminta melakukan senam ergonomis sekali sehari selama 30 menit, dan program ini berlangsung selama enam hari. Yang menarik, sebelum dan sesudah sesi senam, tekanan darah peserta diukur menggunakan tensimeter air raksa (spygmomanometer manual). Proses ini mengikuti tahapan asuhan keperawatan, mulai dari pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, hingga evaluasi. Hasil dari studi kasus ini memberikan gambaran yang menjanjikan. Pemberian terapi aktivitas senam ergonomis dinilai dapat menjadi terapi alternatif untuk membantu menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi. Lebih dari itu, senam ini juga bermanfaat untuk mengurangi keluhan kelelahan yang sering muncul saat lansia beraktivitas sehari-hari. Temuan ini penting karena menawarkan solusi non-farmakologis yang mudah, murah, dan dapat dilakukan di lingkungan rumah atau posyandu lansia. Bagi para perawat komunitas dan keluarga yang merawat lansia, senam ergonomis bisa menjadi salah satu opsi intervensi keperawatan yang layak dipertimbangkan. Meskipun masih berupa studi kasus dengan jumlah peserta terbatas, hasil ini membuka jalan untuk penelitian lebih lanjut dengan cakupan yang lebih luas. Untuk memahami detail metodologi dan hasil pengukuran tekanan darah secara spesifik, sangat disarankan untuk membaca langsung artikel peer-review lengkapnya di jurnal Medical Nursing Journal. Informasi lebih lanjut akan memberikan gambaran yang lebih utuh tentang bagaimana senam ergonomis ini dapat diintegrasikan ke dalam rencana perawatan lansia.
Bagikan artikel ini

Referensi

  1. larasati, eka (2026). Nursing Care for Elderly Patients with Gout Arthritis through the Application of Ergonomic Exercise on Pain Quality in Karangnongko Village, Poncokusumo District, Malang Regency. Medical Nursing Journal. https://ejournal.malayansaintifika.id/index.php/mnja/article/view/12