← Beranda
Sorotan Riset
Kurangnya Upaya Pencegahan Nyeri Punggung pada Kuli Angkut di Pasar Tradisional
Redaksi Malayan Media17 Juli 2026Sorotan Riset

Sebuah studi di Pasar Karangploso, Kabupaten Malang, mengungkapkan bahwa sebagian besar kuli angkut barang (76,6%) masih melakukan upaya pencegahan yang kurang memadai terhadap risiko nyeri punggung bawah (Low Back Pain/LBP). Hanya 3,3% pekerja yang menerapkan pencegahan dengan baik. Temuan ini menunjukkan perlunya edukasi tentang olahraga teratur, teknik angkat yang benar, penggunaan korset, dan penghentian kebiasaan merokok.
Sorotan Riset · Peer-review
Artikel ini ringkasan populer dari riset peer-review di Medical Nursing Journal. Untuk metode, data, dan hasil lengkapnya, baca artikel aslinya.
Baca artikel peer-review lengkap di eJournal →low back painporterprevention
Nyeri punggung bawah (LBP) merupakan keluhan umum yang sering dialami oleh pekerja yang setiap hari mengangkat beban berat, seperti kuli angkut di pasar tradisional. Beban kerja yang diangkat secara terus-menerus tanpa upaya pencegahan—seperti olahraga, praktik mengangkat beban yang benar, penggunaan korset, dan menghindari kebiasaan merokok—dapat meningkatkan risiko terjadinya LBP. Hal inilah yang mendorong para peneliti untuk melihat gambaran upaya pencegahan LBP pada kuli angkut barang di Pasar Karangploso, Kabupaten Malang.
Penelitian yang menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif ini melibatkan 60 kuli angkut dari total 76 pekerja di pasar tersebut. Pemilihan sampel dilakukan secara accidental sampling, dan data dikumpulkan melalui kuesioner pada periode Juni hingga Agustus 2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 76,6% responden masih melakukan upaya pencegahan yang kurang, sementara hanya 3,3% yang dinilai memiliki upaya pencegahan yang baik. Artinya, mayoritas pekerja belum menerapkan langkah-langkah protektif secara optimal.
Para peneliti menduga bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain usia pekerja, Indeks Massa Tubuh (IMT), masa kerja, serta tingkat pendidikan. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi kesadaran dan kemampuan pekerja dalam menerapkan perilaku pencegahan yang tepat. Misalnya, pekerja dengan IMT berlebih atau usia yang lebih tua mungkin memiliki risiko lebih tinggi, namun belum tentu memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara mengurangi risiko tersebut.
Temuan ini relevan bagi praktik kesehatan kerja di sektor informal, terutama di lingkungan pasar tradisional. Rendahnya upaya pencegahan menunjukkan perlunya intervensi edukatif yang lebih terarah. Peneliti menyarankan agar para kuli angkut diberikan pemahaman tentang pentingnya olahraga teratur, teknik mengangkat beban yang benar, penggunaan korset penyangga punggung, serta penghentian kebiasaan merokok. Langkah-langkah sederhana ini dapat membantu menurunkan angka kejadian nyeri punggung bawah yang mengganggu produktivitas dan kualitas hidup pekerja.
Untuk memahami lebih dalam metodologi dan rincian data penelitian ini, pembaca disarankan membaca artikel peer-review lengkap berjudul "Efforts to Prevent Low Back Pain in Goods Transport Workers" yang diterbitkan di Medical Nursing Journal.
Referensi
- Hastuti, Apriyani Puji, Putriagni, Viona Arthamevia, Aminah, Tien, Mufarokhah, Hanim (2025). Efforts to Prevent Low Back Pain in Goods Transport Workers. Medical Nursing Journal. https://ejournal.malayansaintifika.id/index.php/mnja/article/view/3