← Beranda
Sorotan Riset
Kecerdasan Spiritual Lansia di Jambesari: Separuh Tinggi, Separuh Sedang, Tak Ada yang Rendah
Redaksi Malayan Media17 Juli 2026Sorotan Riset

Sebuah studi deskriptif di Desa Jambesari, Malang, menemukan bahwa separuh dari lansia memiliki tingkat kecerdasan spiritual yang tinggi, sementara separuhnya lagi berada pada tingkat sedang. Tidak ada satu pun lansia yang memiliki kecerdasan spiritual rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya pemenuhan kebutuhan spiritual bagi populasi lanjut usia.
Sorotan Riset · Peer-review
Artikel ini ringkasan populer dari riset peer-review di Medical Nursing Journal. Untuk metode, data, dan hasil lengkapnya, baca artikel aslinya.
Baca artikel peer-review lengkap di eJournal →elderyspiritual intelegenceSpiritual intelligenceelderlyJambesari
Proses menua membawa serangkaian perubahan—fisik, biologis, sosial-ekonomi, hingga mental—yang kerap menjadi tantangan tersendiri bagi para lansia. Di tengah berbagai penurunan fungsi tubuh dan pergeseran peran sosial, satu aspek yang dinilai mampu membantu mereka beradaptasi adalah kecerdasan spiritual. Kecerdasan ini diyakini memampukan lansia untuk menerima dan memahami perubahan yang terjadi sebagai bagian alami dari tahapan kehidupan manusia.
Untuk menggambarkan kondisi ini secara lebih konkret, tim peneliti dari institusi kesehatan melakukan studi di Desa Jambesari, tepatnya di RT 28 RW 06, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Penelitian yang berlangsung pada 14–18 Juni 2022 ini melibatkan 40 lansia dari total populasi 53 orang, yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat.
Hasilnya menunjukkan gambaran yang menarik: sebanyak 20 orang (50%) lansia memiliki kecerdasan spiritual pada kategori tinggi, dan 20 orang lainnya (50%) berada pada kategori sedang. Yang patut dicatat, tidak seorang pun dari responden masuk dalam kategori rendah. Artinya, seluruh lansia yang diteliti setidaknya memiliki kecerdasan spiritual pada level menengah ke atas.
Temuan ini relevan bagi praktik keperawatan dan pendampingan lansia di masyarakat. Kecerdasan spiritual bukan sekadar konsep abstrak; ia dapat diwujudkan dalam aktivitas sehari-hari seperti berdoa kepada Tuhan dan berbuat baik kepada sesama. Studi ini mengindikasikan bahwa pemenuhan kebutuhan spiritual sudah berjalan cukup baik di komunitas tersebut, namun masih ada separuh lansia yang perlu didorong untuk meningkatkannya ke level yang lebih tinggi.
Bagi keluarga, kader posyandu lansia, atau tenaga kesehatan, hasil ini menjadi pengingat bahwa aspek spiritual sama pentingnya dengan aspek fisik dalam perawatan lansia. Kegiatan keagamaan bersama, diskusi nilai-nilai kehidupan, atau sekadar mendengarkan cerita pengalaman hidup bisa menjadi cara sederhana untuk menguatkan kecerdasan spiritual mereka.
Untuk memahami lebih dalam metodologi dan detail temuan studi ini, pembaca disarankan merujuk langsung pada artikel asli yang telah melalui proses peer-review, berjudul "Level of Spiritual Intelligence of the Elderly in Jambesari Village" yang diterbitkan di Medical Nursing Journal.
Referensi
- Jannah, Roikhatul, Patria, Dion Kunto Adi, Zakaria, Amin (2025). Level of Spiritual Intelligence of the Elderly in Jambesari Village. Medical Nursing Journal. https://ejournal.malayansaintifika.id/index.php/mnja/article/view/4