Malayan SaintifikaCourseeJournalMedia
M
Malayan Media
Medical Science & Biomolecular
Cari
BerandaCariTentang
← Beranda
Biomolekuler

Mikroenkapsulasi OligoDNA: Terobosan Baru Pengendalian Jamur Patogen Verticillium dahliae melalui Pembungkaman Gen

Penelitian ini membandingkan efektivitas dua metode pengiriman OligoDNA—yang dimetilasi dan yang dienkapsulasi dalam mikropartikel protein whey—dalam membungkam gen pada jamur patogen Verticillium dahliae. Hasil menunjukkan bahwa OligoDNA yang dienkapsulasi secara signifikan lebih efektif menghambat pertumbuhan jamur dibandingkan dengan yang dimetilasi. Temuan ini menawarkan pendekatan baru yang lebih efisien untuk pengendalian hayati penyakit layu tanaman yang disebabkan oleh jamur ini.

MikroenkapsulasiOligoDNATerobosanBaruPengendalian
Verticillium dahliae adalah jamur patogen tular tanah yang menyebabkan penyakit layu pada berbagai tanaman penting seperti kentang, tomat, dan kapas. Infeksi jamur ini sulit dikendalikan karena strukturnya yang tahan lama di tanah dan kemampuannya menginfeksi melalui akar. Salah satu strategi modern yang menjanjikan adalah penggunaan teknik interferensi RNA (RNAi) untuk membungkam gen esensial pada jamur, sehingga menghambat pertumbuhan dan patogenitasnya. Pendekatan ini umumnya menggunakan molekul RNA untai ganda (dsRNA) atau DNA untai tunggal (OligoDNA) yang dirancang untuk meniru urutan gen target. Namun, tantangan utama adalah stabilitas dan pengiriman molekul-molekul tersebut ke dalam sel jamur. OligoDNA rentan terhadap degradasi oleh enzim nuklease di lingkungan, sehingga perlu perlindungan tambahan. Dua metode yang umum digunakan adalah modifikasi kimia (misalnya metilasi) dan enkapsulasi dalam partikel pembawa. Dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan di Nature Scientific Reports, para ilmuwan membandingkan efektivitas OligoDNA yang dimetilasi (dengan tambahan gugus metil pada tulang punggung fosfat) dengan OligoDNA yang dienkapsulasi dalam mikropartikel protein whey (WPC, whey protein concentrate). Protein whey merupakan produk sampingan industri susu yang dikenal aman dan biodegradable. Mikroenkapsulasi dengan WPC membentuk partikel kecil yang melindungi OligoDNA dari degradasi dan memfasilitasi masuknya ke dalam sel jamur. Dalam percobaan, kedua jenis OligoDNA ditargetkan untuk membungkam gen VdHOG1, yang berperan dalam respons stres osmotik dan patogenitas jamur. Hasil menunjukkan bahwa OligoDNA yang dienkapsulasi WPC mampu mengurangi pertumbuhan miselium hingga 60% lebih banyak dibandingkan dengan OligoDNA yang dimetilasi. Selain itu, enkapsulasi WPC juga meningkatkan stabilitas OligoDNA dalam kondisi lingkungan yang meniru tanah, seperti suhu dan pH yang bervariasi. Mekanisme di balik peningkatan efektivitas ini diduga karena enkapsulasi WPC tidak hanya melindungi OligoDNA dari nuklease, tetapi juga meningkatkan penyerapan oleh sel jamur melalui proses endositosis. Sementara itu, metilasi meskipun meningkatkan stabilitas kimia, belum cukup untuk mengatasi hambatan masuknya OligoDNA ke dalam sel. Dalam uji coba pada tanaman, aplikasi langsung OligoDNA terenkapsulasi ke akar tanaman yang terinfeksi berhasil menekan perkembangan gejala layu secara signifikan. Penelitian ini membuka jalan bagi pengembangan produk biopestisida berbasis RNAi yang lebih praktis dan ramah lingkungan. Penggunaan WPC sebagai bahan pembawa yang murah dan mudah diproduksi massal menjadi keunggulan tersendiri. Namun, para peneliti mengingatkan bahwa masih diperlukan uji lapangan skala besar dan evaluasi dampak jangka panjang terhadap ekosistem tanah. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa teknologi mikroenkapsulasi dapat menjadi kunci untuk meningkatkan efektivitas terapi gen pada jamur patogen, sekaligus menawarkan solusi baru untuk mengatasi penyakit layu yang sulit dikendalikan.
Bagikan artikel ini

Referensi

  1. Comparative efficacy of methylated and WPC-microencapsulated OligoDNAs for controlling Verticillium dahliae through gene silencing. Molecular biology : nature.com subject feeds. https://www.nature.com/articles/s41598-026-61234-x