← Beranda
Biomolekuler
Terobosan Baru Sel Punca: Sel Tubulus Proksimal Ginjal yang Lebih Fungsional Berhasil Diciptakan dari Organoid iPSC

Para peneliti berhasil menghasilkan sel tubulus proksimal ginjal yang lebih matang dan fungsional dari organoid yang berasal dari sel punca pluripoten terinduksi manusia (iPSC). Pendekatan ini membuka jalan baru untuk terapi regeneratif penyakit ginjal, seperti cedera ginjal akut atau gagal ginjal kronis. Temuan ini juga memperkuat peran iPSC dalam memproduksi jaringan ginjal yang dapat digunakan untuk transplantasi atau pengujian obat.
TerobosanBaruSelPuncaTubulus
Dalam dunia kedokteran regeneratif, sel punca pluripoten terinduksi (iPSC) telah menjadi primadona karena kemampuannya berubah menjadi hampir semua jenis sel tubuh. Kini, sebuah riset yang dipublikasikan di jurnal Stem Cells melaporkan kemajuan signifikan dalam pengembangan sel ginjal fungsional. Tim ilmuwan berhasil menciptakan sel tubulus proksimal—bagian vital dari nefron ginjal yang bertugas menyerap kembali nutrisi dan membuang racun—dari organoid ginjal yang diturunkan dari iPSC manusia.
Organoid adalah miniatur organ tiga dimensi yang tumbuh di laboratorium dan meniru struktur serta fungsi organ asli. Namun, sel-sel dalam organoid seringkali belum matang sepenuhnya, sehingga fungsinya terbatas. Dalam riset ini, para peneliti menggunakan teknik khusus untuk “meningkatkan” kematangan sel tubulus proksimal yang dihasilkan. Mereka mengamati bahwa sel-sel tersebut menunjukkan peningkatan ekspresi gen yang terkait dengan transportasi zat, metabolisme obat, dan respons terhadap cedera—ciri-ciri sel tubulus proksimal dewasa yang sesungguhnya.
Keberhasilan ini penting karena sel tubulus proksimal adalah target utama kerusakan pada berbagai penyakit ginjal, seperti iskemia, toksisitas obat, dan infeksi. Dengan memiliki sumber sel yang matang dan fungsional, para ilmuwan kini dapat mengembangkan model penyakit yang lebih akurat untuk menguji kandidat obat atau bahkan menumbuhkan jaringan ginjal yang siap ditransplantasikan. Langkah selanjutnya adalah menguji apakah sel-sel ini dapat memperbaiki fungsi ginjal pada hewan percobaan, sebelum akhirnya diuji pada manusia.
Riset ini juga menegaskan bahwa iPSC bukan hanya alat untuk mempelajari perkembangan embrio, tetapi juga sumber yang menjanjikan untuk terapi regeneratif. Dibandingkan dengan sel punca embrionik, iPSC memiliki keunggulan etis karena berasal dari sel dewasa yang diprogram ulang. Meski demikian, tantangan seperti risiko tumorigenisitas dan biaya produksi massal masih perlu diatasi. Namun, dengan temuan ini, langkah menuju pengobatan ginjal berbasis sel punca semakin dekat. Bagi penderita gagal ginjal yang selama ini bergantung pada dialisis atau transplantasi donor, harapan akan terapi yang lebih personal dan tersedia pun semakin nyata.
Referensi
- Generation of the functionally enhanced proximal tubular cells from human iPSC-derived kidney organoids. Stem cells : nature.com subject feeds. https://www.nature.com/articles/s12276-026-01821-0
