← Beranda
Biomolekuler
Sel Punca dari Mukosa Hidung Berubah Menjadi Sel Schwann untuk Perbaikan Saraf Tepi

Peneliti berhasil mengubah sel punca mesenkimal yang berasal dari mukosa olfaktori (lapisan dalam hidung) menjadi sel mirip Schwann, yaitu sel pendukung yang sangat penting dalam perbaikan saraf tepi. Temuan ini membuka peluang baru dalam pengembangan terapi berbasis sel punca untuk mengatasi kerusakan saraf, seperti akibat cedera atau penyakit degeneratif. Pendekatan ini memanfaatkan potensi regeneratif sel punca dewasa yang relatif mudah diakses dan memiliki risiko penolakan yang lebih rendah.
SelPuncaMukosaHidungBerubah
Dalam dunia kedokteran regeneratif, perbaikan saraf tepi yang rusak masih menjadi tantangan besar. Saraf tepi, meskipun memiliki kemampuan regenerasi terbatas, sering kali gagal pulih secara sempurna setelah cedera parah. Salah satu kunci utama dalam proses regenerasi ini adalah sel Schwann – sel glia yang melapisi akson dan berperan aktif dalam membimbing pertumbuhan kembali serabut saraf. Sayangnya, ketersediaan sel Schwann yang sehat seringkali menjadi kendala.
Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal Scientific Reports (bagian dari Nature) menawarkan solusi potensial. Para ilmuwan berhasil mengisolasi sel punca mesenkimal dari mukosa olfaktori, yaitu jaringan yang melapisi rongga hidung bagian atas dan bertanggung jawab terhadap indra penciuman. Yang menarik, jaringan ini kaya akan sel punca dewasa yang relatif mudah diambil melalui prosedur non-invasif, berbeda dengan sumber sel punca lain yang memerlukan tindakan invasif.
Dalam studi tersebut, sel punca mesenkimal dari mukosa olfaktori kemudian diarahkan (diferensiasi) secara in vitro untuk menjadi sel yang memiliki karakteristik mirip sel Schwann. Proses ini melibatkan paparan terhadap berbagai faktor pertumbuhan dan sinyal kimiawi tertentu selama beberapa hari hingga minggu. Setelah diferensiasi, sel-sel tersebut menunjukkan penanda permukaan dan ekspresi gen yang khas dari sel Schwann, termasuk protein pendukung seperti S100 dan p75NTR. Lebih penting lagi, sel-sel ini juga menunjukkan kemampuan fungsional untuk menunjang pertumbuhan akson dalam kultur laboratorium.
Mengapa ini penting bagi pengobatan berbasis sel punca? Sel Schwann yang dihasilkan dari sel punca hidung ini dapat menjadi sumber sel yang "siap pakai" untuk terapi cedera saraf. Karena berasal dari sel punca dewasa pasien sendiri (autolog), risiko penolakan imunologis menjadi sangat rendah. Selain itu, mukosa olfaktori adalah jaringan yang terus-menerus diperbarui, sehingga ketersediaan sel punca di dalamnya relatif berlimpah.
Penelitian ini merupakan langkah maju dalam pengembangan terapi sel punca untuk regenerasi saraf. Namun, para peneliti mengingatkan bahwa masih diperlukan uji coba pada hewan dan kemudian pada manusia untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya. Ke depannya, teknik ini tidak hanya dapat diterapkan pada cedera saraf tepi, tetapi juga berpotensi untuk kondisi neurologis lain yang melibatkan kerusakan mielin atau akson.
Dengan memanfaatkan potensi plastisitas sel punca mesenkimal dari hidung, para ilmuwan semakin dekat untuk mewujudkan pengobatan regeneratif yang personal dan minimal invasif. Inovasi ini membuktikan bahwa sumber sel punca yang sederhana, seperti jaringan hidung, dapat menyimpan kunci untuk memperbaiki kerusakan saraf yang selama ini sulit diatasi.
Referensi
- Olfactory mucosa-derived mesenchymal stem cells differentiate towards a Schwann cell-like phenotype for peripheral nerve regeneration. Stem cells : nature.com subject feeds. https://www.nature.com/articles/s41598-026-70682-4
