Malayan SaintifikaCourseeJournalMedia
M
Malayan Media
Medical Science & Biomolecular
Cari
BerandaCariTentang
← Beranda
Keperawatan Komunitas

Perawat Komunitas di Negara Non-Praktik Perlu Bekal Pengetahuan dan Pelatihan tentang Female Genital Mutilation

Dr. ns. Apriyani Puji Hastuti, M.Kep1 Agustus 2026Keperawatan Komunitas

Sebuah tinjauan literatur terbaru yang dimuat dalam International Journal of Nursing Studies mengungkap bahwa tenaga kesehatan profesional di negara-negara yang tidak mempraktikkan Female Genital Mutilation (FGM) masih memiliki pengetahuan yang terbatas dan sikap yang beragam terhadap praktik ini. Temuan ini menekankan perlunya program pelatihan khusus bagi perawat komunitas agar mampu memberikan asuhan yang kompeten dan peka budaya kepada perempuan yang berisiko atau telah menjalani FGM.

PerawatKomunitasNegaraNon-PraktikPerlu
Female Genital Mutilation (FGM) atau sunat perempuan merupakan praktik yang melanggar hak asasi manusia dan telah dikecam oleh berbagai organisasi kesehatan global. Meskipun umumnya dikaitkan dengan negara-negara di Afrika, Timur Tengah, dan Asia, arus migrasi global menyebabkan perawat komunitas di negara-negara yang tidak mempraktikkan FGM—seperti di Eropa, Amerika, dan Australia—semakin sering berhadapan dengan perempuan yang mengalami dampak fisik dan psikologis dari praktik ini. Oleh karena itu, kesiapan tenaga kesehatan, khususnya perawat yang bekerja di komunitas, menjadi sangat krusial. Sebuah tinjauan literatur sistematis yang dilakukan oleh Rosato dan koleganya (dipublikasikan pada tahun 2026) mengeksplorasi pengetahuan, sikap, serta kebutuhan pelatihan tenaga kesehatan profesional terkait FGM di negara-negara non-praktik. Studi ini menganalisis berbagai artikel yang relevan dan menyoroti kesenjangan yang signifikan. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas tenaga kesehatan, termasuk perawat, memiliki pengetahuan yang tidak memadai tentang definisi, jenis, komplikasi medis, serta implikasi psikososial FGM. Sikap mereka pun bervariasi, mulai dari rasa tidak nyaman hingga kurangnya kepercayaan diri dalam menangani kasus FGM. Kesenjangan ini berdampak langsung pada kualitas asuhan keperawatan komunitas. Perawat komunitas sering menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan primer—mulai dari kunjungan rumah, penyuluhan kesehatan reproduksi dan seksual, hingga pendampingan ibu hamil dan nifas. Tanpa pemahaman yang memadai tentang FGM, perawat dapat melewatkan tanda-tanda komplikasi seperti infeksi saluran kemih berulang, nyeri saat menstruasi, disfungsi seksual, serta trauma psikologis. Lebih jauh lagi, perawat yang kurang terlatih mungkin tidak mampu melakukan pendekatan yang peka budaya sehingga berpotensi mengurangi kepercayaan pasien dan keluarganya. Tinjauan ini juga mengidentifikasi bahwa tenaga kesehatan sangat membutuhkan pelatihan terstruktur dan berbasis bukti. Pelatihan tersebut harus mencakup aspek klinis, komunikasi lintas budaya, serta etika dalam menangani perempuan yang menyandang FGM. Dalam konteks keperawatan komunitas, pelatihan ini dapat diintegrasikan ke dalam program pengembangan profesional berkelanjutan (continuing professional development/CPD) dan kurikulum pendidikan keperawatan. Perawat yang terlatih akan lebih mampu memberikan edukasi kesehatan reproduksi yang akurat kepada individu dan keluarga, serta merujuk pasien ke layanan spesialis jika diperlukan. Dengan demikian, meskipun FGM bukan praktik yang lazim di negara-negara tujuan migrasi, perawat komunitas tetap memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk bersiap menghadapi realitas ini. Meningkatkan kompetensi perawat melalui pelatihan yang komprehensif bukan hanya akan meningkatkan kualitas asuhan keperawatan, tetapi juga memperkuat peran perawat sebagai advokat kesehatan perempuan di komunitas. Ke depannya, penelitian lebih lanjut dan kolaborasi antarprofesi diperlukan untuk mengembangkan modul pelatihan yang aplikatif dan dapat diukur efektivitasnya.
Bagikan artikel ini

Referensi

  1. Female genital mutilation knowledge, attitudes and training needs among health professionals in non-practicing countries: A literature review. ScienceDirect Publication: International Journal of Nursing Studies. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0020748926002889?dgcid=rss_sd_all